Slawi (Jawa Tengah ) Lintaslestari.news– Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, SH, MM turun langsung ke Desa Rangimulya, Kecamatan Warureja, untuk mendengarkan aspirasi dan berbagai persoalan yang dihadapi melalui masyarakat kegiatan Dialog Interaktif dan Diseminasi Informasi Bupati Tilik Desa , Jumat (4/9/2026).
Bertempat di Balai Desa Rangimulya, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan sekaligus mencari solusi atas permasalahan yang berkembang di tingkat desa.
Bupati Tegal mengatakan, kegiatan Bupati Tilik Desa merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk hadir dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat.
“Kegiatan ini diperuntukkan untuk mendengarkan secara langsung keluh kesah yang ada di desa,” ujar Ischak.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah kerusakan Bendung Cipero akibat banjir yang terjadi pada awal Maret 2026. Banjir yang dipicu luapan Sungai Rambut tersebut menyebabkan bedung mengalami kerusakan sehingga distribusi air ke saluran irigasi terganggu.
Bupati menjelaskan, pemerintah telah melakukan penanganan darurat sebanyak lima kali untuk mengatasi kerusakan bedung tersebut. Upaya awal dilakukan dengan menumpuk pasir, namun kembali jebol. Penanganan terakhir dilakukan menggunakan pancang besi untuk memperkuat konstruksi sementara.
Penanganan yang pertama dilakukan dengan menumpuk pasir, tetapi tetap jebol. Akhirnya, penanganan yang terakhir menggunakan pancang besi,” jelasnya.
Pengairan pribadi menjadi perhatian serius mengingat sebagian besar masyarakat Desa Rangimulya bekerja sebagai petani. Dalam dialog, warga bernama Sairin berharap pemerintah dapat memastikan kebutuhan pertanian tetap terpenuhi sebelum masa tanam Oktober hingga Desember, sambil menunggu pembangunan bedung permanen.
Ia juga mengusulkan bantuan mesin pompa air ( mersible ) di setiap blok untuk membantu mengatasi lahan pertanian yang belum mendapatkan aliran air secara merata, khususnya pada musim tanam kedua (MT II).
Mengatasi permasalahan tersebut, Bupati Tegal menyampaikan bahwa penanganan darurat Bendung Cipero akan terus dilakukan sambil menunggu pembangunan permanen. Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum, pembangunan tikungan diharapkan dapat diselesaikan sebelum pertengahan tahun 2027.
Minggu depan akan kami sampaikan dalam rapat tingkat provinsi agar Bendung Cipero diprioritaskan untuk segera dibetulkan, karena bedung ini mengairi kurang lebih 7.000 hektare,” kata Ischak.
Selain persoalan pertanian, warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sampah. Afif, salah satu warga Desa Rangimulya, berharap penanganan sampah dilakukan secara menyeluruh, tidak sekadar memindahkan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Ia mengusulkan agar setiap desa dapat memiliki mesin pengolahan sampah yang dikelola oleh pemerintah desa sehingga sampah dapat ditangani sejak dari sumbernya.
Menjawab permasalahan tersebut, Bupati Tegal menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tegal telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Tegal dan Kabupaten Brebes melalui program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Sampah dari ketiga daerah tersebut nantinya akan diolah di Marga Ayu dengan kebutuhan sekitar 1.000 ton sampah per hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tegal menyampaikan bahwa petani dapat memanfaatkan program Irigasi Perpompaan (ERPOM) dari pemerintah pusat. Pengajuan program tersebut dapat dilakukan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Warureja dengan terlebih dahulu dilakukan pengecekan ketersediaan udara menggunakan alat geolistrik.
Aspirasi lainnya disampaikan Nurohman terkait tingginya risiko kecelakaan di pertigaan Jalan Raya Babadan-Kedungjati. Ia meminta pemerintah segera membangun lampu lalu lintas karena telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan dua warga Desa Rangimulya meninggal dunia.
“Besar harapan kami agar segera dibuatkan lampu merah, supaya tidak ada korban lagi,” ujarnya.
Bupati Tegal menanggapi aspirasi tersebut dengan menyampaikan bahwa pemasangan lampu lalu lintas di lokasi tersebut ditargetkan dapat direalisasikan pada akhir 2026.
“Minimal bulan 12 sudah dipasang, karena sudah masuk laporan dan anggaran perubahan. Syukur-syukur bulan 11 sudah selesai,” ungkapnya.
Dalam dialog tersebut, permasalahan data juga menjadi perhatian. Kepala Desa Banjar Agung menyampaikan adanya ketidaksesuaian antara kondisi rumah warga dengan data desil yang diterima. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antara pemerintah desa dan masyarakat.
Bupati Tegal mengakui bahwa permasalahan data masih menjadi keluhan di sejumlah daerah. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal menjelaskan bahwa Kabupaten Tegal menjadi salah satu daerah percontohan dalam verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial. Masyarakat dapat menyampaikan usulan maupun sanggahan melalui aplikasi Cek Bansos.
Hadirnya jajaran perangkat daerah dalam kegiatan tersebut turut memperkuat proses tindak lanjut atas aspirasi masyarakat. Berbagai permasalahan yang dibahas meliputi bidang infrastruktur jalan, pertanian, kesehatan, pendidikan, kependudukan dan pencatatan sipil, hingga sosial.
Kegiatan dialog yang dipandu Merry Honey tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah daerah tidak hanya sekedar menerima aspirasi, namun juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah penanganan dan program yang dapat dimanfaatkan.
Menutup kegiatan, Bupati Tegal menyerahkan bantuan Baznas kepada 10 penerima manfaat dari Desa Rangimulya. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah bersama Baznas kepada masyarakat yang membutuhkan.
(Humas Pemkab Tegal )
Bupati Tegal mengakui bahwa permasalahan data masih menjadi keluhan di sejumlah daerah







