MOROTAI (Maluku Utara ) – Lintaslestari.news –
Langkah cepat dilakukan Bupati Pulau Morotai Drs. Rusli Sibua, M.Si. untuk meredam ketegangan antara warga Desa Pandanga dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan.
Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung menemui masyarakat kedua desa di wilayah perbatasan Juanga-Pandanga, Senin sore (14/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIT, untuk mencari penyelesaian secara damai dan kekeluargaan
Pertemuan tersebut dihadiri Kapolres Pulau Morotai AKBP drh. Dedi Wijayanto, S.H., Dandim 1514/Morotai Letkol Inf Deni Rustandi Hidayat, S.Pd., Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Banie Hermawan, M.Tr.Opsla., perwakilan Yonif 1822/Satria Magawe, Kejaksaan Negeri Pulau Morotai, Camat Morotai Selatan, kedua kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta sekitar 200 warga dari kedua desa
Mediasi Sejak Pagi, Konflik Berawal dari Persoalan Individu
Sebelum pertemuan di perbatasan, mediasi awal telah digelar pada Senin pagi sekitar pukul 09.30 WIT di Aula Polres Pulau Morotai, Desa Darame. Hadir dalam mediasi tersebut Kepala Desa Juanga Nasri Lule dan Kepala Desa Pandanga Suradi Jalal, beserta tokoh pemuda kedua desa
Dari hasil penelusuran aparat, konflik bermula dari perkelahian antarindividu yang kemudian berkembang menjadi ketegangan antarkelompok. Situasi diperparah oleh sejumlah pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk dan melakukan provokasi setelah kegiatan pesta malam / pesta ronggeng hingga larut
Ketegangan sempat memuncak dengan aksi pemalangan jalan menggunakan kayu untuk mengadang akses ke Desa Juanga.
Pernyataan Berimbang Kedua Desa
Dalam forum mediasi, kedua pihak menyampaikan komitmen menahan diri:
Dari Desa Juanga: Sekretaris Desa Fandi menyoroti kejadian pemalangan jalan dan menyampaikan bahwa warga telah diminta kembali ke rumah setelah imbauan pemerintah daerah. Wakil Ketua BPD Desa Juanga berharap penanganan dilakukan serius dan menghasilkan solusi yang dipatuhi masyarakat
Dari Desa Pandanga: Kepala Desa Suradi Jalal menegaskan pemerintah desa telah mengimbau warga menahan diri, pemalangan jalan bukan solusi dan akan dibuka kembali sebagai fasilitas umum. Ia juga menyatakan siap melakukan pembinaan internal terhadap perangkat yang berada di lokasi
Imbauan Bupati dan Forkopimda: Kembali Sebagai Keluarga
Bupati Rusli Sibua dalam arahannya meminta seluruh pihak tidak membiarkan persoalan yang dilakukan sejumlah individu berkembang menjadi konflik yang lebih besar antar desa
“Kita sudah sepakat menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan, karena kita sebenarnya adalah keluarga. Apa yang sudah terjadi kita jadikan pelajaran untuk membangun kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujar Rusli
Bupati juga mengajak agar perbedaan pendapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah, bukan kekerasan, serta meminta kepala desa, tokoh masyarakat dan pemuda memperkuat koordinasi termasuk rencana membangun pos jaga di wilayah perbatasan
Danlanal Morotai mengingatkan konflik merugikan semua pihak, termasuk terhambatnya aktivitas warga dan anak sekolah akibat penutupan jalan. Dandim 1514/Morotai meminta masyarakat menghilangkan ego kelompok dan menanamkan tekad bersama menciptakan kedamaian
Kapolres menegaskan, keinginan berdamai adalah hak kedua belah pihak, namun laporan polisi yang sudah masuk tetap ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum. Para saksi yang telah dipanggil diminta kooperatif memenuhi panggilan penyidik
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan kesejahteraan di Pulau Morotai,” tegas Kapolres
### Deklarasi Damai dan Larangan Pesta Malam
Silaturahmi di perbatasan ditutup dengan deklarasi damai. Para pemuda Desa Juanga dan Desa Pandanga terlihat saling berpelukan sebagai simbol berakhirnya ketegangan dan komitmen hidup berdampingan secara damai. Kegiatan berakhir sekitar pukul 18.20 WIT dalam keadaan aman dan kondusif
Sebagai tindak lanjut pencegahan, Pemda melalui Sekda menegaskan instruksi Bupati terkait larangan pesta malam / pesta ronggeng yang dinilai menjadi salah satu pemicu situasi di kedua desa.
Situasi di area konflik sampai saat ini aman terkendali.
Kaperwil MALUT
Josafat Muman.
BUPATI MOROTAI BERSAMA FORKOPIMDA TURUN LANGSUNG REDAM KONFLIK PANDANGA-JUANGA, SEPAKAT DAMAI







