Bone, Lintaslestari.news Warga Desa Mabbiring, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, melakukan gotong royong dan mengumpulkan dana swadaya untuk memperbaiki jalan poros desa yang sudah lama rusak parah. Jalan sepanjang sekitar 2 kilometer itu menjadi jalur utama bagi aktivitas warga, termasuk mobilitas anak sekolah, petani, dan pedagang lokal.
Menurut Ketua RT 03 Desa Mabbiring, Andi Rahmat, kondisi jalan sudah memprihatinkan. “Beberapa bagian jalan berlubang cukup dalam sehingga kendaraan sulit melintas, terutama saat musim hujan. Kami warga berinisiatif menggalang dana swadaya sambil melakukan kerja bakti untuk menimbun lubang dan meratakan permukaan jalan,” ujarnya, Kamis (9/12/2025).
Warga menargetkan pengumpulan dana swadaya mencapai sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli material seperti pasir, kerikil, dan semen agar perbaikan dapat dilakukan secara bertahap. Selain itu, warga juga melibatkan tenaga sukarela untuk melakukan pekerjaan fisik agar biaya lebih efisien.
Sejumlah warga menekankan pentingnya partisipasi seluruh lapisan masyarakat. “Ini jalan kita bersama. Kalau tidak diperbaiki sekarang, aktivitas sehari-hari akan terus terganggu, terutama bagi anak sekolah dan petani yang mengangkut hasil panen,” kata Sitti Aminah, seorang ibu rumah tangga yang ikut bekerja bakti.
Pemerintah desa Mabbiring menyambut baik inisiatif warga. Kepala Desa Mabbiring, H. Basri, mengatakan pihaknya akan membantu koordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk kemungkinan dukungan tambahan, termasuk pengadaan alat berat atau material tambahan. “Kami menghargai semangat gotong royong warga. Perbaikan jalan ini menjadi prioritas, dan kami berharap kerja sama antara warga dan pemerintah bisa segera terlaksana,” kata Basri.
Kegiatan ini menjadi contoh inisiatif masyarakat dalam mengatasi permasalahan infrastruktur di desa, khususnya di wilayah yang belum tersentuh program pemerintah secara penuh. Warga berharap jalan poros desa Mabbiring bisa segera kembali aman dilalui, sehingga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.(RED)







