Tugu Merdeka 1957 di Watampone Hilang, Jejak Simbol Integrasi Kerajaan Bone ke NKRI

Watampone, Lintaslestari.news – Jejak sejarah penting di Kabupaten Bone perlahan memudar. Tugu Merdeka 1957, monumen yang pernah berdiri kokoh di kawasan Taman Bunga Watampone dan menjadi penanda resmi bergabungnya Kerajaan Bone ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kini tak lagi ditemukan. Monumen yang dahulu menjadi bagian dari ruang publik itu menghilang tanpa keterangan resmi.

Tugu tersebut dibangun pada 1957, setahun setelah Penetapan Kembali Kerajaan Bone menyatakan diri masuk dalam struktur NKRI. Bagi sebagian warga Bone, monumen itu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol dialog politik yang panjang antara kerajaan lokal dan pemerintah pusat pada masa awal konsolidasi negara. Selama beberapa dekade, Tugu Merdeka menjadi titik rujukan berbagai kegiatan masyarakat, sekaligus pengingat sejarah integrasi daerah ke dalam Indonesia modern.

Kini, posisi tugu itu hanya menyisakan ingatan kolektif. Tidak ada papan penanda atau struktur sisa yang menunjukkan keberadaannya. Informasi mengenai kapan tugu itu dibongkar atau dipindahkan pun tidak pernah tersampaikan secara resmi. Beberapa warga yang tumbuh pada era 1960–1980-an masih mengingat bentuknya—sederhana, berbahan beton, dan berdiri di tengah Taman Bunga yang kala itu menjadi ruang berkumpul warga Watampone.

Hilangnya Tugu Merdeka 1957 memunculkan kembali percakapan mengenai perhatian pemerintah daerah terhadap pelestarian artefak sejarah lokal. Meski Bone dikenal sebagai salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan, situs-situs penanda sejarahnya dinilai tidak seluruhnya terdokumentasi atau terawat. Sejumlah pemerhati sejarah lokal menilai absennya tugu tersebut sebagai kehilangan makna simbolik yang penting bagi ingatan publik.

Pemerintah Kabupaten Bone hingga kini belum memberikan keterangan tentang penyebab hilangnya tugu itu, apakah dibongkar untuk penataan kota, rusak dan tidak direstorasi, atau dipindahkan ke lokasi lain. Tidak ada informasi pula mengenai rencana rekonstruksi atau pemugaran sebagai bagian dari upaya melestarikan sejarah integrasi Bone ke NKRI.

Di tengah ketidakjelasan itu, sebagian warga berharap pemerintah daerah memberikan penjelasan dan mempertimbangkan pembangunan kembali Tugu Merdeka 1957. Bagi mereka, monumen itu bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi penanda identitas daerah yang pernah memainkan peran penting dalam perjalanan sejarah nasional. (RED)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *