Polewali Mandar, Lintaslestari.news Kejadian ini pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WITA setelah seorang guru menemukan ruang kantor sekolah dalam kondisi terbuka dan rusak.
Kapolsek Binuang IPTU H. Rahman, S.Sos., M.Si menerima laporan melalui telepon dan langsung memimpin personel Polsek Binuang menuju lokasi. Ia didampingi Kanit Intelkam, Kanit Reskrim, Bhabinkamtibmas Desa Kuajang Brigpol Syainuddin, serta sejumlah anggota lainnya.
Guru bernama Rusmawati (45) menjadi orang pertama yang menyadari adanya dugaan pembobolan. Setibanya di sekolah, ia mendapati pintu ruang kantor terbuka dengan bekas cungkilan pada engsel.
Di dalam ruangan, lemari penyimpanan Chromebook serta beberapa lemari lainnya terlihat berantakan. Ia segera mengabadikan kondisi tersebut dan mengirimkannya ke grup sekolah.
Melihat laporan itu, guru lain, Jois Maramis (49), segera ke lokasi dan memeriksa lemari penyimpanan. Dari 11 unit Chromebook yang seharusnya tersimpan, hanya 1 unit yang masih ada, sementara 10 unit lainnya hilang.
Tak lama kemudian, Kepala Sekolah Ajmain Said (47) tiba di sekolah dan mengecek ulang daftar barang yang hilang sebelum menghubungi keluarganya yang bertugas di Polsek Binuang untuk meminta arahan lebih lanjut.
Pihak sekolah mencatat sejumlah barang yang raib, di antaranya 10 unit Chromebook Axio, 3 kipas angin Miyako 18 inci, 1 tabung gas 3 kg, 1 gulung kabel 2×2.5 Eterna dan 1 tripod Bintang, Total kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Kapolsek Binuang Iptu Rahman bersama anggota yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas korban dan saksi, serta mengumpulkan keterangan awal.
Beberapa guru menduga aksi pencurian terjadi sekitar pukul 02.30 WITA, mengingat pada pukul 00.30 WITA halaman sekolah masih kerap dipadati siswa yang mengakses internet. Pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian.
(Humas Polres Polman)







