Tomohon, Lintaslestari.news – Penasihat Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Olly Dondokambey (OD), menyampaikan nasihat penting kepada peserta Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) GMIM 2025 yang diikuti oleh perwakilan wilayah pelayanan GMIM dari berbagai daerah di Sulawesi Utara dan wilayah pelayanan GMIM lainnya.
Menurut OD, sangat baik apabila dalam SMST GMIM 2025 tidak dilakukan pemilihan pimpinan BPMS. Ia menilai, sisa masa pelayanan hingga Sidang Majelis Sinode Umum (SMSU) Lima Tahunan pada Maret 2027 sebaiknya dijalankan dengan pola kepemimpinan bergilir oleh para Wakil Ketua BPMS GMIM dari unsur pendeta.
“Normatif saja. Pemilihan nanti dilakukan pada Sidang Majelis Sinode Umum Lima Tahunan Maret 2027. Tidak lama lagi,” ujar OD.
SMST GMIM 2025 resmi dibuka pada Selasa, 16 Desember 2025, dan berlangsung hingga 18 Desember 2025 di Kota Tomohon. Sidang tahunan ini diikuti oleh 298 peserta, terdiri dari 149 Pendeta Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) serta 149 perutusan wilayah dari seluruh wilayah pelayanan GMIM, ditambah unsur BPMS dan undangan.
Sebagai Penasihat BPMS GMIM sekaligus Ketua II Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Olly Dondokambey menegaskan bahwa GMIM menganut sistem kepemimpinan kolektif-kolegial, sebagaimana diterapkan oleh gereja-gereja anggota PGI.
“GMIM tidak menganut kepemimpinan satu orang. Kepemimpinan dijalankan bersama-sama. Keputusan strategis diambil melalui musyawarah, bukan secara sepihak,” jelas mantan Gubernur Sulawesi Utara tersebut.
Ia menambahkan, dalam prinsip kolektif-kolegial, Kristus diyakini sebagai Kepala Gereja, sehingga pendeta tidak diposisikan sebagai pemimpin tunggal, melainkan sebagai bagian dari majelis yang melayani dan bertanggung jawab secara bersama.
Dalam praktik gereja-gereja Protestan arus utama di Indonesia, pengambilan keputusan dilakukan melalui mekanisme Sidang Majelis Jemaat, Sidang Wilayah, hingga Sidang Sinode, dengan mengedepankan prinsip demokratis dan tanggung jawab kolektif.
Nasihat Olly Dondokambey ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan penting bagi peserta SMST GMIM 2025 dalam mengambil keputusan strategis demi menjaga kesatuan, marwah, dan kesinambungan pelayanan GMIM ke depan.
Sumber: (Manado Pos)







