Kondisi SD Inpres Orobatu Masih Memprihatinkan, Janji Rehabilitasi Pascagempa Belum Terealisasi

Mamuju, (Sulbar), Lintaslestari.news — Kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SD Inpres Orobatu, desa tampalang kec tapalang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, hingga kini masih jauh dari kata layak. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius dan belum mendapatkan penanganan menyeluruh, meskipun bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut telah berlalu cukup lama.

Pantauan di lokasi kamis 18 Desember 2025 menunjukkan beberapa bagian bangunan sekolah mengalami keretakan, plafon rusak, serta fasilitas pendukung pembelajaran yang tidak lagi berfungsi optimal. Kondisi ini memaksa pihak sekolah tetap melangsungkan proses belajar mengajar di tengah keterbatasan, dengan mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Kepala SD Inpres Orobatu, Jamri, S.Pd, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah berulang kali menyampaikan kondisi bangunan sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju. Bahkan, pascagempa, dinas terkait sempat turun langsung ke sekolah untuk melakukan peninjauan lapangan.

“Pasca gempa, dinas pendidikan sudah datang melihat langsung kondisi sekolah. Tapi sampai hari ini, belum ada realisasi perbaikan,” ujar Jamri kepada wartawan.

Jamri menjelaskan, sebelum terjadinya gempa bumi, SD Inpres Orobatu sebenarnya sempat mendapatkan program rehabilitasi bangunan, khususnya untuk ruang kelas kelas 4, 5, dan 6. Rehabilitasi tersebut bertujuan meningkatkan kenyamanan serta keamanan proses belajar mengajar bagi para siswa.

Namun, gempa bumi yang terjadi setelahnya kembali menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan sekolah, termasuk ruang kelas yang belum pernah direhabilitasi, serta fasilitas pendukung lainnya. Kondisi ini membuat lingkungan belajar menjadi tidak ideal dan berpotensi mengganggu kualitas pendidikan.

“Kami tetap berupaya agar proses belajar mengajar berjalan sebagaimana mestinya. Namun kondisi bangunan saat ini tentu belum aman dan nyaman, baik bagi siswa maupun guru,” lanjutnya.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju, dapat segera menindaklanjuti hasil peninjauan yang telah dilakukan sebelumnya. Rehabilitasi bangunan sekolah pascagempa dinilai mendesak demi menjamin keselamatan peserta didik sekaligus mendukung proses pendidikan yang layak.

Menurut Jamri, sekolah sangat membutuhkan kepastian terkait waktu pelaksanaan perbaikan, mengingat SD Inpres Orobatu merupakan fasilitas pendidikan dasar yang menampung anak-anak usia sekolah dari lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mamuju terkait rencana maupun jadwal pelaksanaan rehabilitasi SD Inpres Orobatu. Pihak redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan menyeluruh dari instansi terkait.

(RED)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *