Manado, Lintaslestari.news – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) LKK Indonesia Provinsi Sulawesi Utara resmi dilantik untuk masa bakti 2025–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Pelantikan DPW BAMAG LKK Indonesia Sulut tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Ulyas Taha, M.Pd, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, wakil rakyat, pejabat pemerintah daerah, dan pimpinan lintas denominasi gereja.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Penasihat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Jenderal Purnawirawan Dr. Cornelius Ronowidjoyo, MA, PhD, Anggota DPR RI Marthin D. Tumbelaka, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Utara.
Selain itu, pelantikan ini juga dihadiri oleh para pendeta dan perwakilan gereja dari berbagai daerah di Sulawesi Utara. Dari Kabupaten Minahasa Utara (Minut), sejumlah tokoh gereja turut masuk dalam struktur dan kepengurusan BAMAG, yakni:
Pdt. Nouce Eyva Tuwaidan, S.Th sebagai Wakil Sekretaris (GMIM)
Pdt. Refly Paat, M.Th sebagai Wakil Sekretaris (GSPDI)
Pdt. Berti Tamon (GMIM)
Pdt. Blandina Masoh, M.Pd (GMPU)
Dalam sambutannya, Dr. Ulyas Taha, M.Pd menegaskan bahwa BAMAG memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antar gereja di Sulawesi Utara. Menurutnya, BAMAG merupakan wadah penting untuk menyatukan perbedaan dalam semangat persaudaraan dan pelayanan bersama.
“BAMAG memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi dan kerja sama antar gereja. Dengan adanya BAMAG, kepentingan bersama dapat dikelola dengan baik, meskipun setiap denominasi gereja memiliki visi dan misi yang berbeda,” ujar Ulyas Taha,
Ia juga mengingatkan seluruh pengurus dan anggota BAMAG agar senantiasa mengedepankan hikmat, musyawarah, serta dialog terbuka dalam menyikapi perbedaan pandangan yang mungkin muncul di tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
“Ketika kita berada di dalam BAMAG, kita perlu meninggalkan status sosial, kepentingan pribadi, dan ego kelompok. Yang harus dikedepankan adalah kepentingan bersama demi kerukunan dan pelayanan umat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kepala Kemenag Sulut tersebut mengajak seluruh elemen gereja untuk terus menumbuhkan sikap saling menghargai dan saling melengkapi dalam keberagaman.
“Mari kita saling mewarnai, karena warna-warni itu indah. Dengan saling menghargai perbedaan, kita dapat bersama-sama membangun Sulawesi Utara yang harmonis, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.
Pelantikan DPW BAMAG LKK Indonesia Sulut periode 2025–2030 ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar gereja, sekaligus meningkatkan peran strategis BAMAG sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, BAMAG Sulut diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara optimal sebagai wadah musyawarah lintas denominasi, serta berkontribusi nyata dalam menciptakan stabilitas sosial dan kehidupan beragama yang rukun di Bumi Nyiur Melambai.
Ferdinand Sahempa
(Kabiro minut)







