Manado, Lintaslestari.news Sukacita Natal di Kota Manado berubah menjadi duka mendalam. Kebakaran hebat yang melanda Panti Werda Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, merenggut 16 nyawa lanjut usia, kelompok masyarakat paling rentan yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal.
Peristiwa tragis ini terjadi pada tanggal 28 Desember 2025 sekitar pukul 20 : 15 wita saat sebagian besar penghuni panti tengah beristirahat. Dari total sekitar 35 lansia, hanya sebagian yang berhasil diselamatkan. Kepulan asap pekat yang dengan cepat memenuhi ruangan diduga menjadi penyebab utama banyak korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Api Diduga Berawal dari Dapur
Keterangan saksi mata di lokasi menyebutkan, api pertama kali muncul dari area dapur. Dalam hitungan menit, kobaran api menjalar ke ruang-ruang lain. Struktur bangunan panti yang sebagian besar berbahan mudah terbakar mempercepat penyebaran api, sekaligus mempersempit waktu evakuasi.

“Api sangat cepat membesar. Asap hitam langsung memenuhi ruangan,” ungkap salah satu saksi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Upaya Cepat Damkar, Namun Waktu Tak Berpihak
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Manado tiba di lokasi sekitar lima menit setelah menerima laporan. Api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Namun, cepatnya penyebaran asap dan keterbatasan mobilitas para penghuni lansia membuat upaya penyelamatan tidak berjalan optimal.
Sebanyak 16 korban meninggal dunia ditemukan dalam kondisi diduga mengalami sesak napas berat akibat menghirup asap. Sementara korban selamat langsung dievakuasi dan mendapat penanganan medis.
Pertanyaan Serius soal Sistem Keselamatan
Tragedi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan di fasilitas sosial, khususnya yang menampung lansia. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah panti tersebut dilengkapi sistem peringatan dini kebakaran, jalur evakuasi memadai, serta prosedur tanggap darurat yang sesuai standar.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan kelalaian teknis maupun faktor kelistrikan. Olah TKP telah dilakukan dan sejumlah saksi dimintai keterangan.
Duka Pemerintah dan Seruan Evaluasi Menyeluruh
Pemerintah Kota Manado bersama instansi terkait yang hadir di lokasi menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban.
“Kami sangat berduka atas musibah ini. Para korban adalah orang tua kita semua. Pemerintah akan memastikan penanganan korban berjalan maksimal dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh panti sosial di Manado,” ujar perwakilan Pemkot Manado di lokasi kejadian.
Tragedi kebakaran Panti Werda Damai menjadi peringatan keras bahwa keselamatan kelompok rentan tidak boleh diabaikan. Di tengah perayaan keagamaan dan rasa kemanusiaan, peristiwa ini menyisakan luka mendalam sekaligus tuntutan agar pengawasan dan standar keselamatan fasilitas sosial diperketat, demi mencegah tragedi serupa terulang.
(Rosefin papuas)







