Sangihe, Lintaslestari.news: Dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan lokal di wilayah perbatasan, Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Abdul Kholik, S.H., S.I.K., M.A.P, melaksanakan peninjauan strategis pada lahan ketahanan pangan jagung binaan Polsek Tamako di Kampung Balane, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (09/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lahan produktif milik Kelompok Tani Ake u Kamanga ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari. Kehadiran pimpinan daerah tersebut menegaskan sinergi solid antara jajaran kepolisian dan pemerintah daerah dalam mengawal program pangan nasional di tingkat akar rumput.
Monitor Pertumbuhan dan Persiapan Panen Raya
Peninjauan ini difokuskan pada pemantauan teknis pertumbuhan tanaman jagung guna memastikan kualitas hasil pertanian tetap optimal. AKBP Abdul Kholik menyatakan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari persiapan matang menjelang panen raya yang dijadwalkan pada Maret 2026.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan koordinasi antara personel pendamping dari Polsek dan para petani berjalan dengan baik. Target kami pada panen Maret mendatang adalah hasil yang maksimal, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketersediaan pangan di wilayah Tamako dan sekitarnya,” tegas Kapolres di sela-sela peninjauan.
Sinergi Lintas Instansi
Turut mendampingi dalam kunjungan kerja tersebut sejumlah pejabat teras daerah, antara lain:
- Golfrie d. F. Pella, S.P., M.E. (Kaban Kesbangpol Kab. Kepl. Sangihe)
- Wandu Labesi, S.Sos. (Plt. Kasatpol PP Sangihe)
- AKP Meldy Roring, S.H. (Kapolsek Tamako)
Wakil Bupati Tendris Bulahari memberikan apresiasi tinggi atas peran aktif Polri, khususnya Polsek Tamako, yang terlibat langsung dalam pemberdayaan kelompok tani. Menurutnya, kolaborasi di lahan Kelompok Tani Ake u Kamanga ini adalah model percontohan sinergitas yang harus terus direplikasi di wilayah lain.
Komitmen Keberlanjutan
Kapolsek Tamako, AKP Meldy Roring, menambahkan bahwa pendampingan terhadap petani telah dilakukan secara intensif sejak masa tanam. Menjelang puncak panen dua bulan ke depan, fokus akan diarahkan pada aspek perawatan akhir serta manajemen pasca-panen untuk menjaga kualitas komoditas.
Kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh optimisme, mencerminkan komitmen kuat bahwa sektor pertanian di Kepulauan Sangihe siap menjadi pilar ekonomi yang tangguh sepanjang tahun 2026.
(Hulik Manahede)







