Morotai Selatan, LintasLestari.News —Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai terus memperkuat fondasi layanan kesehatan dasar melalui Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Kelompok Kerja Operasional Posyandu, Puskesmas, Camat, dan PKK dalam Transformasi Layanan Primer Tahun 2026, yang digelar di Aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Pulau Morotai, para camat se-kabupaten, kepala puskesmas, unsur PKK, serta narasumber dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Maluku Utara.Dalam sambutannya, Sekda Muhammad Umar Ali menegaskan bahwa Transformasi Layanan Primer tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi lintas sektor. Ia merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 3 Tahun 2024 yang menempatkan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Posyandu bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi menjadi pusat layanan kesehatan dasar yang terintegrasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, puskesmas, dan PKK adalah kunci,” tegas Umar Ali.
Ia menambahkan, penguatan peran Posyandu harus diikuti dengan peningkatan kapasitas kader, dukungan anggaran, serta komitmen lintas OPD agar layanan kesehatan dasar benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah terpencil.
Sementara itu, narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara memaparkan arah kebijakan nasional Transformasi Layanan Primer yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif, deteksi dini penyakit, serta integrasi layanan kesehatan ibu dan anak, gizi, dan penyakit tidak menular melalui Posyandu.Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Pulau Morotai juga menerima Penghargaan Juara II Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tingkat kabupaten se-Provinsi Maluku Utara. Penghargaan ini menjadi indikator capaian positif Pemkab Morotai dalam memperluas akses layanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
Meski demikian, sejumlah peserta pertemuan juga menyoroti tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia kesehatan, sarana prasarana Posyandu, hingga keberlanjutan pendanaan di tingkat desa. Pemerintah daerah diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut melalui perencanaan yang terukur dan kebijakan yang berpihak pada pelayanan publik.
Dengan kegiatan ini, Pemkab Pulau Morotai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan dasar sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia.
“Bersama, kita wujudkan layanan kesehatan dasar yang lebih kuat demi Morotai yang sehat dan sejahtera,” tutup Sekda.
Maristo (Kabiro Morotai)







