Manado,Lintaslestari.news – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) untuk mendorong seluruh desa di Bumi Nyiur Melambai agar berstatus Desa Mandiri, tanpa ketergantungan pada pemerintah pusat.
Penegasan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan nasional.
Pemprov Sulut menaruh perhatian serius pada pengembangan potensi dan inovasi lokal desa. Pemerintah provinsi berkomitmen memberikan pendampingan serta dukungan penuh, disertai pengawasan agar setiap kebijakan dan program desa berjalan sesuai dengan koridor pembangunan yang benar dan berkelanjutan.
Kemandirian desa dipandang tidak hanya dari aspek pengelolaan anggaran, tetapi juga dari kekuatan ekonomi lokal, ketahanan sosial masyarakat, serta tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia desa dan pemanfaatan potensi berbasis kearifan lokal menjadi fokus utama kebijakan Pemprov Sulut.
Langkah ini diyakini mampu mempercepat pemerataan pembangunan dan menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Desa yang mandiri diharapkan mampu berdiri kokoh dengan kekuatannya sendiri serta berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan Sulawesi Utara secara menyeluruh.
Peringatan Hari Desa Nasional dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Kebijakan tersebut sejalan dengan visi Pemprov Sulut yang menempatkan desa sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima program, sehingga desa mampu tumbuh dan berkembang secara mandiri.
Ferdinand Sahempa







