Halmahera Utara, LINTASLESTARI.NEWS — Aliansi Peduli Kemanusiaan Halmahera Utara (APEL) melaksanakan aksi penggalangan dana kemanusiaan selama tiga hari, terhitung sejak 12 hingga 14 Januari 2026, sebagai bentuk solidaritas terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Loloda dan Kao Barat, Maluku Utara.Penggalangan dana dilaksanakan di sejumlah titik strategis di Kota Tobelo.Pada 12 dan 13 Januari 2026, aksi dilakukan di Perempatan Pelabuhan Tobelo, sementara pada hari terakhir, 14 Januari 2026, kegiatan dipusatkan di Perempatan Singkanaung.
Aliansi Peduli Kemanusiaan Halmahera Utara merupakan gabungan berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, di antaranya GMNI, LMND, GMKI, IMG-HU, GAMHAS, IMM, HMPS Filsafat Keilahian UNHENA, PPMI, BEM STIKMAH, serta HMPS PGSD UNHENA. Seluruh elemen yang tergabung bergerak secara sukarela untuk menghimpun bantuan masyarakat.
Ketua Aliansi Peduli Kemanusiaan Halmahera Utara, Erik Sibu, yang juga menjabat sebagai Ketua GMNI Halmahera Utara, menyampaikan bahwa aksi penggalangan dana ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana yang hingga kini masih membutuhkan bantuan nyata.
“Penggalangan dana ini kami lakukan selama tiga hari sebagai bentuk kepedulian bersama. Seluruh bantuan yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada warga terdampak banjir dan longsor di Loloda dan Kao Barat,” ujar Erik Sibu.
APEL menegaskan bahwa hasil penggalangan dana akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok, perlengkapan pengungsian, serta bantuan kemanusiaan lainnya, terutama bagi warga di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Melalui aksi ini, Aliansi Peduli Kemanusiaan Halmahera Utara mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak terkait untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan serta memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan berkeadilan.
Marnisto Kabiro Morotai







