Siau, Lintaslestari.news – Bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin (5/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA. Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama sejak malam hari, disertai angin kencang, sehingga menyebabkan peningkatan debit air secara drastis di wilayah hulu.
Banjir bandang tersebut menerjang kawasan permukiman warga di Kecamatan Siau Timur dan beberapa titik di Kecamatan Siau Barat. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari aparat kewilayahan dan pemerintah setempat, wilayah terdampak meliputi Sondangbahu (khususnya Sondang Lindongan III, Kelurahan Bahu), Bumbiha, serta Peling Batusenggo.
Arus air bercampur material tanah, batu, dan pohon tumbang mengalir deras ke pemukiman warga dan menutup akses jalan penghubung antara Kelurahan Bahu dan Pangirolong, yang menghubungkan wilayah Kecamatan Siau Timur dan Siau Timur Selatan. Akibatnya, arus lalu lintas antarwilayah tidak dapat dilalui, sehingga menyulitkan mobilisasi warga maupun tim penolong.
Curah Hujan Tinggi Picu Bencana
Hujan deras yang terjadi sejak malam hingga dini hari menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan saluran air tidak mampu menampung debit yang meningkat. Kondisi geografis Pulau Siau yang memiliki kontur perbukitan dan aliran sungai kecil turut mempercepat terjadinya banjir bandang saat hujan ekstrem terjadi.
Air bercampur material berat menghantam rumah-rumah warga yang berada di jalur aliran air. Sejumlah bangunan tidak mampu menahan derasnya arus dan akhirnya terseret.
Korban Jiwa dan Kerusakan
Berdasarkan data sementara yang dihimpun aparat di lapangan, bencana ini mengakibatkan:
Lima unit rumah dilaporkan hilang terseret arus
Lima warga meninggal dunia
14 orang mengalami luka-luka
Delapan warga lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian
Data tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pencarian dan pendataan lanjutan oleh tim gabungan.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Komandan Rayon Militer (Danramil) 1301-02/Siau, Kapten Inf Steven Tedy Joseph, mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, sekaligus membantu proses evakuasi dan pembersihan material banjir.

“Kami bersama anggota Koramil 02/Siau terus melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang, sekaligus membantu pembersihan material banjir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta masyarakat setempat,” ujar Kapten Steven Tedy Joseph saat dikonfirmasi di lokasi bencana.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian, sehingga seluruh personel diminta tetap mengutamakan keselamatan.
Sinergi Aparat dan Masyarakat
Proses pencarian korban melibatkan Koramil 1301-02/Siau, aparat Kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat. Warga secara gotong royong membantu membuka akses jalan yang tertutup material banjir serta memberikan dukungan logistik awal kepada keluarga korban.
Beberapa titik masih sulit dijangkau akibat jalan tertutup lumpur dan batu besar, sehingga proses evakuasi dilakukan secara bertahap sambil menunggu alat berat dan dukungan tambahan.
Imbauan Kewaspadaan
Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Warga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda kenaikan debit air.
(RED)







