Jakarta, Lintaslestari.news Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada Senin, 22 Desember 2025. Prakiraan tersebut disampaikan Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Jatmiko, dalam siaran Radio 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta.
Jatmiko menjelaskan hujan telah terjadi sejak malam hingga dini hari di sejumlah wilayah, terutama Tangerang bagian utara, Jakarta bagian utara, serta Bekasi bagian tengah. Ia mengatakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi pada pagi hari ini di wilayah utara Jabodetabek.
“Pada pagi hari masih terdapat potensi hujan ringan, terutama di Jakarta bagian utara hingga Bekasi bagian utara,” ujar Jatmiko. Ia menambahkan kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah tersebut.
Pada siang hingga sore hari, hujan diperkirakan terjadi tidak merata di seluruh Jabodetabek. Jatmiko menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi di wilayah Bogor dan Tangerang bagian selatan.
“Siang hingga malam hari hujan berpotensi turun dengan intensitas ringan sampai sedang, bahkan lebat di Bogor dan Tangerang selatan,” ucap Jatmiko. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem lokal.
Suhu udara di wilayah Jabodetabek hari ini diprakirakan berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius. Sementara itu, kelembapan udara berada pada kisaran 75 hingga 92 persen.
Selain hujan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di perairan Indonesia. Jatmiko mengatakan gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa dan Sumatera berpotensi mencapai 1,5 hingga 2,5 meter.
Wilayah Samudra Hindia selatan Jawa perlu diwaspadai karena tinggi gelombang cukup signifikan,” kata Jatmiko. Ia menambahkan jalur penyeberangan Jawa hingga Sumatera relatif kondusif, namun tetap memerlukan kewaspadaan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga memantau keberadaan bibit siklon tropis di Samudra Hindia. Jatmiko mengatakan sistem tersebut masih terus dimonitor untuk melihat potensi dampaknya terhadap cuaca Indonesia.
“Masyarakat dapat memantau informasi cuaca terbaru melalui laman resmi kami,” ujar Jatmiko. Ia mengarahkan masyarakat mengakses www.bmkg.go.id layanan informasi cuaca melalui nomor 196.
(RED)







