Polewali Mandar, Lintaslestari.news 9 Desember 2025 Kejaksaan Negeri (Kejari) Polewali Mandar masih terus mendalami dua kasus dugaan korupsi yang menjadi sorotan publik. Hingga kini, proses penyidikan berjalan, dengan sejumlah saksi telah diperiksa untuk memperkuat alat bukti, sementara satu kasus lain masih menunggu perhitungan kerugian negara oleh pihak ahli.
Kepala Kejari Polman, Nurcholis, menjelaskan kasus pertama terkait dugaan korupsi Feasibility Study (FS) pembangunan Bandara Polman. Proyek ini menelan anggaran Rp1,4 miliar untuk dua kali studi, masing-masing dilakukan pada 2018 di Tete dan 2021 di Bulubawang. Penyidikan fokus pada dugaan penyalahgunaan anggaran dan ketidaksesuaian prosedur pengadaan jasa konsultansi.
Kasus kedua melibatkan dugaan korupsi di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Polman. Pihak Kejari hingga kini masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi terkait aliran dana dan penggunaan anggaran organisasi tersebut.
“Kami tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Semua proses dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk perhitungan kerugian negara untuk memastikan sejauh mana dampaknya,” kata Nurcholis.
Kedua kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut penggunaan dana publik yang besar, sekaligus menjadi uji bagi penegakan hukum di tingkat daerah. Proses penyidikan diperkirakan akan terus berlangsung hingga semua alat bukti lengkap dan kerugian negara terhitung secara resmi.(RED)







