Indonesia dan Inggris Memperkuat Hubungan Strategis di Tengah Pergeseran Geopolitik

Jakarta, Lintaslestari.news- Indonesia dan Inggris bersiap untuk meresmikan kemitraan strategis baru, dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengkonfirmasi bahwa kesepakatan tersebut akan menjadi hasil utama pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Keir Starmer di London.

Dalam pernyataan video yang dipantau di Jakarta pada Senin, 19 Januari 2026, Jermey mengingatkan bahwa dalam pertemuan terakhir mereka di London, kedua pemimpin sepakat untuk meluncurkan kerangka kerja kerja sama strategis bilateral.

“Ini adalah dokumen kunci yang akan diungkap kali ini, mencakup sektor-sektor seperti pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi – yang merupakan prioritas bagi kedua pemimpin – masyarakat, serta iklim, energi, dan alam,” kata Jermey

Duta Besar tersebut menekankan pentingnya kemitraan ini, dengan mencatat bahwa Inggris Raya adalah ekonomi terbesar keenam di dunia sementara Indonesia berada di peringkat ke-16. Namun, ia menunjukkan bahwa Indonesia hanya merupakan mitra ekspor terbesar ke-54 bagi Inggris, jauh di bawah potensi kedua ekonomi tersebut.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, salah satu agenda selama kunjungan Presiden Prabowo adalah dialog antara perwakilan bisnis Inggris dan mitra Indonesia untuk menjajaki peluang ekspor, tambah Jermey.

Ia lebih lanjut mencatat bahwa di tengah tantangan geopolitik yang semakin kompleks, Perdana Menteri Starmer berfokus pada membangun peluang pertumbuhan dengan mitra global, termasuk Indonesia. Kemitraan strategis tersebut, kata Jermey, juga akan disoroti oleh PM Starmer pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) mendatang di Davos, Swiss.

Di luar kerja sama ekonomi, Duta Besar Jermey mengatakan Presiden Prabowo akan menjajaki kolaborasi pendidikan melalui pembicaraan dengan Russell Group, sebuah asosiasi universitas terkemuka di Inggris, untuk membahas kemungkinan pembukaan kampus di Indonesia.

Prabowo juga dijadwalkan bertemu dengan perwakilan filantropi untuk membahas upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, serta inisiatif konservasi gajah yang didukung langsung oleh Raja Charles III.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara London Stansted pada hari Minggu, 18 Januari. Agendanya di London termasuk pertemuan dengan Perdana Menteri Starmer dan kemudian dengan Raja Charles III.

Red

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *