Kemenag Minahasa Utara Gelorakan Moderasi Beragama, Sasar Petugas Kebersihan sebagai Agen Perubahan

MINAHASA UTARA, Lintaslestari.news- Dalam upaya berkelanjutan memperkuat pondasi kerukunan dan toleransi di tengah masyarakat, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Minahasa Utara melalui Penyuluh Agama Kristen, Alfian R. Sumilat, sukses menyelenggarakan Bimbingan Penyuluhan (BP) Moderasi Beragama. Kegiatan edukatif ini secara khusus menyasar para petugas kebersihan atau penyapu jalan di sepanjang ruas Jl. Airmadidi–Kema, yang dilaksanakan pada Selasa pagi, 3 Maret 2026, pukul 07.30 WITA.

Inisiatif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah langkah strategis dan konkret dalam menanamkan nilai-nilai Moderasi Beragama hingga ke lapisan masyarakat akar rumput. Petugas kebersihan, yang kesehariannya berinteraksi langsung dengan berbagai elemen masyarakat, dipandang memiliki peran vital sebagai duta-duta toleransi yang dapat menyebarkan semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Dalam penyampaiannya, Alfian R. Sumilat dengan lugas menegaskan bahwa Moderasi Beragama adalah “jalan tengah” yang harus senantiasa dipegang teguh oleh bangsa Indonesia yang kaya akan pluralitas. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai bingkai utama dalam membangun dan memelihara toleransi. Pentingnya menghargai setiap perbedaan tanpa perlu mencampuradukkan ajaran teologis atau keyakinan pribadi, serta menolak segala bentuk kekerasan dan ekstremisme atas nama agama, menjadi inti pesan yang disampaikan guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut, Alfian menekankan bahwa fondasi sikap saling menghormati dan menghargai harus dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu di tempat kerja dan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat moderasi beragama dapat terinternalisasi dan terefleksi dalam setiap tindakan dan perkataan.

Suasana kegiatan berlangsung begitu akrab dan penuh kekhidmatan. Sesi dimulai dengan dialog ringan yang interaktif, dirancang khusus agar pesan-pesan penting dapat dengan mudah dicerna dan dipahami oleh seluruh peserta. Selanjutnya, forum diskusi singkat dibuka, memberikan kesempatan bagi para petugas kebersihan untuk berbagi pengalaman mereka dalam bermasyarakat, bertukar pandangan, dan merasakan secara langsung manfaat dari praktik toleransi. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kekuatan untuk senantiasa mengamalkan nilai-nilai luhur tersebut.

Melalui pembinaan yang mendalam dan menyentuh ini, Kemenag Minahasa Utara berharap para petugas kebersihan tidak hanya akan terus berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan, tetapi juga bertransformasi menjadi teladan nyata. Mereka diharapkan menjadi duta-duta perdamaian yang senantiasa menghadirkan semangat toleransi, kerukunan, dan kebersamaan di setiap sudut Kabupaten Minahasa Utara. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan harmoni sosial yang berkelanjutan di tengah dinamika masyarakat.

Roland Barauntu
Ketua Intelejen
Sulawesi Utara

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *