Korwil Lintas LestariNews mengahdiri Silaturahmi Keluarga Besar Langkana’e Kedatuan Luwu Digelar di Istana Kedatuan Luwu.

Palopo, Lintaslestari.news – Keluarga Besar Langkana’e Kedatuan Luwu menggelar acara silaturahmi yang dirangkaikan dengan Arisan Kedatuan Luwu Tahap IV Putaran ke-3, Sabtu (13/12/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Salassae Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo, mulai pukul 09.00 Wita dan dihadiri para pemangku adat serta keluarga besar Kedatuan Luwu.

Acara ini dihadiri Ketua Arisan Kedatuan Luwu, Drs. Andi Saddakati Arsyad, MM, yang bergelar Opu To Padali, bersama seluruh pemangku adat Kedatuan Luwu dan anggota keluarga besar Langkana’e termasuk Korwil Sul-Sel Media Lintas Lestari Haniba, Amd. Keb yang mana ibu Korwil ini adalah salah satu bagian Keluarga Besar Kedatuan Luwu.


Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya nilai silaturahmi dan adat dalam struktur sosial Kedatuan Luwu.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Andi Sadda Wero yang bergelar Maddika Ponrang. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan keluarga besar Kedatuan Luwu sebagai bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai adat dan budaya Luwu yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Kegiatan silaturahmi seperti ini bukan hanya menjadi ajang temu keluarga, tetapi juga momentum memperkuat peran adat dalam kehidupan masyarakat Luwu,” ujar Andi Sadda Wero.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Drs. Andi Sana Kaddi Raja yang bergelar Suro Lipu Andre Guru Atioroang. Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejumlah agenda penting terkait persiapan menyambut Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Luwu yang akan dilaksanakan pada awal 2026.

Ia menjelaskan bahwa tahapan persiapan akan dimulai pada 21 Januari 2026 sebagai awal rangkaian kegiatan adat dan budaya. Selanjutnya, pada 23 Januari 2026 akan digelar prosesi Mappangngolo Lise Rakki, yakni prosesi memperlihatkan rakki beserta isinya kepada Datu Luwu sebagai bagian dari tradisi adat yang sarat makna historis dan simbolik.

“Prosesi ini merupakan bagian penting dalam rangkaian adat Kedatuan Luwu, karena mengandung nilai penghormatan kepada Datu Luwu serta penguatan identitas budaya masyarakat Luwu,” kata Andi Sana Kaddi Raja.

Rangkaian kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan Mandre Saparra, sebuah jamuan adat besar yang diperkirakan akan dihadiri sekitar 8.000 orang. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Luwu dalam menyambut hari-hari bersejarah daerah tersebut.

Melalui kegiatan silaturahmi dan arisan ini, para pemangku adat berharap koordinasi dan kesiapan seluruh unsur Kedatuan Luwu dapat terbangun dengan baik, sehingga pelaksanaan Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Luwu pada 2026 dapat berjalan sesuai dengan nilai-nilai adat, budaya, dan sejarah yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Luwu.

Acara ini ditutup dengan acara istrahat dirangkaikan santap bersama keluarga besar langkana’e Istana Kedatuan Luwu.

(Haniba Ani)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *