Jakarta, Lintaslestari.news 10 Desember 2025 Kebijakan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait pemangkasan Dana Desa untuk dialihkan ke Koperasi Merah Putih, menjadi sorotan nasional. Langkah ini dianggap sebagai upaya tegas “mengeringkan ladang korupsi” yang selama ini dinikmati sebagian aparat desa.
Reaksi para kepala desa pun beragam. Di media sosial, netizen ramai berkomentar:
“Kepala desa kehilangan ladang korupsi.”
“Pantes marah, sumber pemasukan ilegal ditutup.”
“Kalau bersih, kenapa panik❓”
Fenomena ini tidak hanya viral di jagat maya. Di Tulang Bawang Barat, Lampung, publik tengah diguncang dugaan korupsi yang diduga dilakukan oknum aparat desa. Salah satunya terkait pembangunan jalan onderlagh yang kini menjadi sorotan karena diduga terjadi penyimpangan.
Ketika tim media mencoba melakukan konfirmasi, sejumlah kepala desa memilih memblokir kontak. Sikap tertutup ini menimbulkan kecurigaan adanya “main mata” dengan pihak tertentu, sehingga setiap upaya verifikasi diabaikan. Temuan di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan, antara lain: nilai proyek yang tidak sesuai fisik, pelaporan keuangan yang tidak transparan, serta sikap aparat desa yang sangat defensif.
Kini, ketika aliran Dana Desa mulai “mandek”, beberapa kepala desa dikabarkan bersiap melakukan aksi demonstrasi besar-besaran ke Jakarta.
Menteri Purbaya menegaskan bahwa dana desa adalah untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kelompok tertentu. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya reformasi pengelolaan keuangan desa agar lebih transparan dan akuntabel.
Publik kini lebih cerdas dan kritis. Era gelap pengelolaan Dana Desa diyakini tidak bisa lagi disembunyikan. Siapa pun yang terbukti bermain kotor harus siap menghadapi proses hukum tanpa pandang jabatan. (RED)







