Kendari, Lintaslestari.news — Mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Kelas B Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melaksanakan sosialisasi bertema “Ekoteologi: Menjaga Bumi dari Kerusakan serta Upaya Melestarikan Alam dalam Perspektif Agama”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Attarbiyatussakiklah, Rabu (17/12/2025).
Aksi edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap isu lingkungan. Fokus utama materi mencakup bahaya limbah plastik serta peluang pengelolaannya menjadi barang kerajinan yang bernilai guna.
Alam dalam Perspektif Spiritual
Seminar yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.00 WITA tersebut menghadirkan Saldin, mahasiswa semester 1 Prodi HTN IAIN Kendari, sebagai pemateri. Dalam paparannya, Saldin menekankan bahwa isu lingkungan tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai spiritual.
“Menjaga bumi adalah amanah dari Tuhan kepada manusia sebagai Khalifah. Melestarikan alam merupakan bentuk ibadah dan tanggung jawab moral. Ada larangan tegas dalam agama untuk berbuat kerusakan, dan kita diperintahkan untuk memperlakukan alam semesta dengan kasih sayang,” ungkap Saldin.
Peran Pelajar Pesantren dalam Pelestarian
Kegiatan yang diikuti secara antusias oleh para santri ini memicu diskusi interaktif. Salah satu peserta melontarkan pertanyaan mengenai kontribusi nyata yang bisa dilakukan pelajar di lingkungan pesantren.
Menanggapi hal tersebut, Saldin memberikan solusi praktis yang dapat diterapkan di area pondok:
- Disiplin Mandiri: Memulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan.
- Penghijauan: Menanam tumbuhan di lingkungan sekitar pondok.
- Edukasi Sebaya: Mengajak teman dan keluarga untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Langkah Nyata Penanaman Pohon
Sebagai penutup rangkaian sosialisasi, para mahasiswa bersama pengurus pondok pesantren melakukan aksi nyata berupa penanaman sejumlah pohon di area Pondok Pesantren Attarbiyatussakiklah. Langkah ini merupakan simbolisasi komitmen kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menciptakan ruang hijau di lingkungan pendidikan.
(Rayhan S.M)







