Masjid Tua Al-Mujahidin Watampone, Pusat Syiar Islam yang Bertahan Sejak Abad ke-17

Watampone, Lintaslestari.news – Masjid Tua Al-Mujahidin di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu penanda penting perjalanan panjang Islam di wilayah Kerajaan Bone. Dibangun sekitar tahun 1632–1639 M, masjid ini lahir pada masa pemerintahan Raja Bone ke-13, La Maddaremmeng Arung Timurung, periode yang dikenal sebagai salah satu fase penting perkembangan Islam di Bone.

Pembangunan masjid diprakarsai oleh Fakih Amrullah, ulama terkemuka yang kemudian menjabat sebagai Qadhi pertama Kerajaan Bone. Pada masa itu, peran Qadhi bukan hanya sebagai hakim agama, tetapi juga sebagai pengajar dan rujukan utama ilmu keislaman bagi masyarakat serta lingkungan bangsawan. Masjid Tua Al-Mujahidin kemudian ditetapkan sebagai pusat aktivitas keagamaan, pendidikan, dan penyebaran ajaran Islam di wilayah kerajaan.

Bangunan masjid masih memancarkan ciri khas arsitektur tradisional Bugis. Struktur kayu tua, atap bertingkat, serta bentuk bangunan panggung menjadi elemen yang memperlihatkan perpaduan antara nilai lokal dan pengaruh Islam awal. Sejumlah sejarawan menilai bentuk arsitektur seperti ini semakin jarang ditemukan, sehingga kehadiran Al-Mujahidin menjadi bukti penting kesinambungan tradisi keagamaan di kawasan timur Sulawesi Selatan.

Pada masa pendiriannya, Watampone dikenal sebagai pusat pemerintahan sekaligus simpul perekonomian dan pendidikan. Keberadaan Masjid Al-Mujahidin memperkuat peran Bone dalam jejaring ulama Nusantara. Aktivitas dakwah, pengajaran agama, dan pertemuan keagamaan yang berlangsung di masjid ini turut membentuk wajah keislaman masyarakat Bone hingga era modern.

Meski telah berumur hampir empat abad, masjid ini tetap digunakan sebagai tempat ibadah harian dan pelaksanaan tradisi keagamaan yang diwariskan turun-temurun. Beberapa bagian bangunan memang telah melalui proses perbaikan, namun struktur dan karakter utamanya dipertahankan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah lokal.

Hingga kini, Masjid Tua Al-Mujahidin tidak hanya menjadi bagian dari identitas warga Watampone, tetapi juga simbol perjalanan panjang penyebaran Islam di Bone. Keberadaannya menegaskan peran tokoh lokal, kerajaan, dan masyarakat dalam membangun fondasi keagamaan yang bertahan dari masa ke masa. (RED)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *