Menkomdigi: Indonesia Tetap Berkomitmen pada Kemerdekaan Palestina

Jakarta, Lintaslestari.news – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan Indonesia tetap berkomitmen pada kemerdekaan dan perdamaian Palestina. Untuk itulah Indonesia berpartisipasi aktif dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) pimpinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan hal itu dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026. Penegasan komitmen Indonesia atas kemerdekaan Palestina perlu disampaikan di tengah silang pendapat masyarakat soal keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.

Menkomdigi mengatakan bahwa selama ini Indonesia terus konsisten menyuarakan perdamaian dan kemerdekaan bagi Palestina. Dengan keanggotaan di BoP, memperluas peluang Indonesia untuk memainkan peranannya dalam mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Selama ini Indonesia konsisten menyuarakan kemerdekaan Palestina melalui forum-forum internasional dan bantuan kemanusiaan. Melalui BoP, Indonesia kini memiliki ruang yang lebih konkret untuk terlibat dalam proses stabilisasi dan rekonstruksi pascakonflik,” kata Meutya .

Menkomdigi juga menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri Indonesia, tidaklah berubah. Dalam mewujudkan perdamaian di Palestina, Indonesia tetap berpegang teguh pada prinsip “two state solution” (solusi dua negara).

Solusi Dua Negara adalah gagasan perdamaian di dunia internasional untuk menyelesaikan masalah Palestina. Dalam gagasan itu pada akhirnya akan dibentuk negara Palestina yang berdampingan dengan negara Israel.
Pembagian wilayah dua negara itu berdasarkan batas wilayah tahun 1967. Palestina akan mendapatkan wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur.

Meutya menuturkan, kepesertaan Indonesia dalam Forum BoP bukanlah sebagai bentuk normalisasi hubungan (dengan Israel). Namun untuk memastikan kepentingan Palestina tetap diperjuangkan dalam setiap tahapan pembahasan perdamaian dan rekonstruksi.
Menkomdigi juga menyoroti, pelaksanaan pertemuan perdana BoP yang digelar di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu Menkomdigi menuturkan, Indonesia menjadi negara yang sangat diperhitungkan dalam mewujudkan perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

Hal tersebut ditekankannya, tidak terlepas dari komitmen Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan dalam komitmen itu Meutya menyebut, bahwa Presiden Prabowo siap mengirimkan pasukan perdamaian ke Palestina.

“Kita melihat rapat perdana di BoP bagaimana Indonesia terlihat disegani dan secara harafiah diucapkan oleh Presiden Trump bahwa Indonesia negara yang besar. Beliau, Presiden Prabowo, menyampaikan sudah ada komitmen untuk mengirimkan tentara dengan jumlah yang amat besar, saya rasa itu sudah menjawab semua disinformasi,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto telah menghadiri sidang perdana Dewan Perdamaian untuk membahas masalah Palestina. Dalam sidang itu Presiden Prabowo menyatakan mendukung sepenuhnya usulan perdamaian 20 point dari Presiden Trump untuk Gaza.

Indonesia juga menyatakan siap untuk mengirim 8.000 pasukan perdamaian di Gaza. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan pasukan perdamaian Indonesia tidak akan melakukan perlucutan senjata di Gaza.

(RED)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *