Menu Kambose dalam Program Makan Siang Gratis di SDN 78 Kendari Tuai Keluhan Orang Tua Siswa.

Kendari, Lintaslestari.news: Program makan siang gratis di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 Kendari menuai keluhan dan sorotan dari orang tua siswa. Menu makan siang gratis yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Andonuhu II berupa Kambose, makanan tradisional lokal, dianggap tidak sesuai dengan usia anak-anak.

Salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

“Mestinya menunya harus disesuaikan dengan usia siswa. Karena makanan lokal Kambose itu belum tentu bisa dimakan sama anak-anak kelas satu, dua dan tiga,” katanya.

Koordinator Badan Gizi Nasional (GBN) Wilayah Kota Kendari, Fadhilah Rizka, menjelaskan bahwa penyajian menu makan siang gratis berupa makanan lokal ini sesuai dengan petunjuk BGN pusat.

“Memang penyajian makan gratis dengan menu lokal ini perintah langsung dari atasan. Itu ada surat edarannya, bukan hanya di sini. Tapi seluruh Indonesia,” katanya.

Fadhilah menambahkan bahwa hal ini sesuai dengan surat edaran BGN pusat Nomor I tahun 2026 tentang pelaksanaan hari pertama program Makan Bergizi Gratis tahun 2026. Surat edaran tersebut berbunyi bahwa penyajian menu harus berupa ciri khas daerah setempat atau kearifan lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya pangan lokal.

“Untuk perhari ini diwajibkan untuk makanan lokal, seperti jagung, Kambose atau makanan lokal lainnya, tapi kedepannya bisa kembali ke menu-menu seperti” tuturnya.

(RED)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *