Pemantauan Sampah di Pasar Padang Sappa Disorot LSM TRIGA: Pedagang Keluhkan Bau Menyengat dan Minimnya Penanganan

Luwu, Lintaslestari.news Penanganan sampah di area belakang Pasar Padang Sappa, Kabupaten Luwu, kembali menjadi sorotan publik setelah Ketua LSM TRIGA Nusantara Indonesia DPC Kota Palopo, Mustamin, S.Pd, menegaskan bahwa pemerintah daerah dinilai kurang memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang sudah berjalan cukup lama tersebut.

Pantauan di lapangan pada Selasa, 9 Desember 2025, menunjukkan tumpukan sampah menumpuk di area belakang pasar, sebagian bahkan terlihat berserakan. Aktivitas pembuangan tidak teratur dan minimnya fasilitas pengelolaan diduga menjadi pemicu utama menumpuknya limbah.

Pedagang Merasa Terganggu

Keluhan datang dari sejumlah pedagang yang setiap hari beraktivitas di kawasan tersebut. Mereka mengaku terganggu oleh bau menyengat yang berasal dari tumpukan sampah, terutama ketika cuaca panas.

Salah seorang pedagang, Hajja Yammase, warga Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, mengungkapkan bahwa persoalan sampah bukan hal baru. Menurutnya, kondisi itu berlangsung berbulan-bulan tanpa ada penanganan tuntas.

“Kami sangat terganggu, apalagi baunya menyengat. Semestinya ada perhatian dari pemerintah. Ini pasar besar, tapi penanganan sampahnya seperti tidak terurus,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Keluhan yang sama juga diutarakan pedagang lainnya yang menilai situasi semakin mengkhawatirkan karena dikhawatirkan berdampak pada kesehatan, kenyamanan pembeli, serta kualitas bahan makanan yang dijual di sekitar lokasi.

LSM Minta Pemerintah Bertindak

Ketua LSM TRIGA Nusantara Indonesia DPC Kota Palopo, Mustamin, menyebut bahwa pengelolaan sampah di Pasar Padang Sappa seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah, karena pasar merupakan pusat ekonomi masyarakat yang melibatkan ribuan warga setiap hari.

Ia mendesak pemerintah daerah agar menyiapkan langkah strategis berupa:

penambahan armada pengangkut sampah,

penjadwalan pengangkutan yang lebih rutin,

penyediaan tempat pembuangan sementara (TPS) yang sesuai standar, serta

edukasi kepada pedagang mengenai tata kelola sampah.

Menurutnya, pembiaran kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan menurunkan citra pasar sebagai ruang publik yang layak.

“Penanganan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kenyamanan, dan wajah kota. Pemerintah harus hadir dan memastikan masalah ini tidak berlarut-larut,” ujar Mustamin.

Harapan Perbaikan

Para pedagang berharap adanya respons cepat dan kebijakan konkret dari pemerintah daerah. Mereka menilai bahwa penataan dan pengelolaan lingkungan pasar sangat penting untuk menjaga kepercayaan pembeli serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pedagang mengatakan belum melihat upaya signifikan untuk mengatasi kondisi tersebut, meski harapan terhadap perbaikan tetap kuat. (RED)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *