Bitung, lintaslestari.news – Pemerintah Kota Bitung menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan dan keberagaman dengan menghadiri Perayaan Goan Siao atau Cap Go Meh 2577 yang digelar di Klenteng Seng Bo Kiong, Kota Bitung.Selasa(04/03/2026)
Kehadiran pemerintah daerah dipimpin langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, S.E., bersama Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E. Turut hadir Wakil Wali Kota Bitung,Randito Maringka, S.Sos., bersama Sekretaris TP-PKK Kota Bitung Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung, serta jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat.
Perayaan Cap Go Meh atau Goan Siao merupakan puncak rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 yang dirayakan oleh umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Momentum ini tidak hanya bermakna secara spiritual dan budaya, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan, kebersamaan, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Bitung yang majemuk.
Suasana perayaan berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Rangkaian kegiatan keagamaan dan tradisi budaya yang ditampilkan mencerminkan kekayaan warisan budaya Tionghoa yang telah lama menjadi bagian dari sejarah dan perkembangan Kota Bitung. Antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa nilai toleransi dan persaudaraan terus hidup dan terpelihara dengan baik.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bitung menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama daerah. Semangat kebersamaan yang terbangun melalui perayaan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antarumat beragama serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Wali Kota Bitung menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bitung berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap momentum keagamaan dan kebudayaan sebagai bentuk penghormatan terhadap seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, harmoni sosial yang terjaga menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Perayaan Cap Go Meh 2577 di Kota Bitung menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kebersamaan antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat memperlihatkan sinergi yang kuat dalam menjaga stabilitas dan persatuan.
Melalui momentum Goan Siao 2577 ini, diharapkan Kota Bitung terus berkembang sebagai kota yang harmonis, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tofan Angkobos







