Jakarta, Lintaslestari.news- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tengah menyiapkan rute baru layanan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta dari kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Layanan tersebut ditargetkan mulai beroperasi sebelum periode mudik Lebaran tahun 2026.
Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan persiapan rute tersebut saat ini sudah memasuki tahap final setelah dilakukan kerja sama dengan pengelola bandara. Menurutnya, kesepakatan kerja sama dengan Angkasa Pura juga telah ditandatangani.
“Kita sedang mempersiapkan rute ke Soekarno-Hatta. Minggu lalu kita sudah bertemu dengan Angkasa Pura, dan kemarin MoU sudah kami tanda tangani,” ujar Welfizon saat ditemui di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia menjelaskan, rute baru tersebut akan berangkat dari Blok M kemudian melintasi kawasan Sudirman dan kompleks MPR/DPR. Setelah itu bus akan masuk ke jalan tol dan melanjutkan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta dengan beberapa titik pemberhentian di halte yang berada di pinggir jalan atau trotoar.
Untuk melayani rute tersebut, Transjakarta akan menggunakan bus jenis Metrotrans berwarna oranye dengan desain lantai rendah atau low entry. Bus tersebut dipilih agar memudahkan penumpang yang membawa koper atau barang bawaan saat naik dan turun dari kendaraan.
“Bus yang digunakan Metrotrans yang lantai rendah, sehingga mobilisasi koper dan barang bawaan lebih mudah. Nanti berhentinya di halte trotoar di pinggir jalan, bukan di tengah seperti koridor Transjakarta,” kata Welfizon.
Welfizon menambahkan, rencana pembukaan rute tersebut juga mendapat dukungan dari pihak Angkasa Pura. Pengelola bandara berharap layanan transportasi publik tambahan dapat membantu mengurangi volume kendaraan pribadi yang masuk ke kawasan terminal.
Ia menyebut, pada tahun lalu jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai sekitar 50 juta orang dan sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi menuju bandara. “Masalah mereka saat ini adalah kemacetan di area terminal. Dari sekitar 50 juta penumpang tahun lalu, sebagian besar masih menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Meski demikian, titik pemberhentian bus Transjakarta di kawasan bandara masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Hal ini dilakukan agar terintegrasi dengan rencana optimalisasi layanan kereta layang atau kalayang yang saat ini beroperasi di area bandara.
Menurut Welfizon, kehadiran rute bus tersebut diharapkan menjadi alternatif transportasi publik yang memudahkan masyarakat menuju bandara dengan biaya terjangkau.
Terkait tarif dan jam operasional, Transjakarta untuk sementara akan memberlakukan skema yang sama dengan layanan reguler. Bus direncanakan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB.
“Soal tarif masih mengikuti kebijakan reguler, yaitu Rp3.500 dan Rp2.000 pada pukul 05.00 sampai 07.00 pagi. Jam operasional juga sementara mengikuti layanan reguler sambil melihat kebutuhan penerbangan,” kata Welfizon.







