Transparansi Dana Desa: MTK dan Pemerintah Kampung Bahu Evaluasi Pertanggungjawaban BUMDes

Bahu, Lintaslestari.news 26 Desember 2025 – Majelis Tua-Tua Kampung (MTK) bersama Pemerintah Kampung Bahu menggelar rapat internal penting pada Jumat (26/12) bertempat di Balai Kampung Bahu. Rapat ini difokuskan pada konfirmasi pertanggungjawaban pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya pada unit usaha Alat Tulis Kantor (ATK) dan pengelolaan Kopra Putih.

Menjawab Desakan Masyarakat

Rapat dibuka secara resmi oleh Ketua MTK, Mursalim Damal, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi dan desakan warga yang disampaikan melalui MTK.

“Sebagai lembaga yang membawa amanah masyarakat, rapat ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan transparansi pengelolaan aset kampung,” ujar Mursalim.

Senada dengan itu, Kapitalauang Kampung Bahu, Amir Mahmud Hapantenda, berharap pertemuan ini mampu memberikan titik terang. “Kami ingin segala pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat terjawab secara terbuka dan berdasarkan data,” ungkapnya.


Laporan Unit Usaha ATK: Saldo dan Aset

Ketua BUMDes, Sri Bakari, menjelaskan bahwa meski laporan serupa pernah disampaikan pada tahun 2022, pengurus merasa perlu memaparkan kembali kondisi terkini di penghujung tahun 2025 sebagai bentuk pemutakhiran data.

Berdasarkan laporan Bendahara BUMDes, berikut adalah rincian keuangan unit ATK per Desember 2025:

KeteranganNilai (Rp)
Total Pemasukan13.491.400
Total Pengeluaran12.190.806
Saldo Tunai1.300.600

Selain uang tunai, BUMDes mengelola aset bergerak senilai Rp36.000.000 yang terdiri dari:

  • 1 Unit Laptop & 1 Unit Printer
  • 1 Unit Mesin Laminating & 1 Unit Fotocopy
  • Catatan: Total nilai gabungan (Tunai + Aset) adalah Rp37.300.600, di luar stok bahan ATK yang belum terjual.

Analisis Pengelolaan Kopra Putih

Unit usaha Kopra Putih mencatatkan dinamika permodalan yang strategis. Modal BUMDes sebesar Rp75.000.000 dialokasikan khusus untuk infrastruktur (Oven panggang, Blower, dll). Sementara untuk operasional pembelian bahan baku kelapa, pengelola menjalin kerja sama dengan pihak investor.

Rincian Operasional:

  • Pembelian Bahan: Total belanja kelapa mentah mencapai Rp43.000.000 (dengan harga Rp1.400 – Rp1.500 per buah).
  • Hasil Produksi: Berhasil menjual total 7,6 Ton (7.602 kg) dengan harga jual Rp11.000/kg.
  • Pendapatan Kotor: Penjualan produk utama mencapai Rp83.622.000.

Perhitungan Saldo Akhir: Setelah dikurangi pengembalian modal kepada investor dan biaya operasional lainnya, diperoleh saldo bersih sebesar Rp21.001.750. Angka ini kemudian ditambah dengan:

  1. Penjualan Arang: Rp4.020.000
  2. Sewa Oven (Pemanfaatan oleh warga untuk cengkeh): Rp1.051.900

Sehingga, Total Saldo Akhir Kopra Putih berjumlah Rp26.073.650.


Langkah Strategis Berikutnya

Seluruh dana sebesar Rp26.073.650 tersebut saat ini telah diamankan di Rekening Kampung. Langkah selanjutnya, pemerintah kampung akan segera menggelar Musyawarah Desa (Musdes) untuk menentukan peruntukan dan penggunaan dana tersebut agar memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan Kampung Bahu.

Selanjutnya hasil rapat tesebut akan dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk tindak lanjut aspirasi masyarakat melalui MTK.

(Hulik Manahede)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *