Warga di Desa Cikoang, Takalar, Tinggal di Rumah Tak Layak Huni Selama Puluhan Tahun, Perlu Perhatian Pemerintah

Takalar, Lintaslestari.news Kondisi memprihatinkan dialami seorang warga di Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar. Selama bertahun-tahun, bahkan disebut telah berlangsung puluhan tahun, warga tersebut tinggal di rumah tidak layak huni yang kondisinya memprihatinkan. Bangunannya berdinding anyaman bambu yang telah rapuh, berlantai tanah, serta hanya ditopang tiang kayu yang sebagian mulai lapuk.

Di tengah upaya pemerintah daerah mendorong pengentasan kemiskinan ekstrem, kasus warga di Cikoang ini menggambarkan masih adanya kelompok masyarakat yang luput dari intervensi program bantuan sosial maupun perbaikan rumah.

Kondisi Rumah Memprihatinkan

Pantauan warga sekitar, rumah yang ditempati keluarga tersebut lebih menyerupai gubuk kecil dengan ukuran terbatas. Atapnya banyak bocor, sehingga penghuni kesulitan beristirahat saat hujan deras. Dinding bambu yang bolong di beberapa bagian membuat angin mudah masuk, sementara lantai tanah menjadi becek ketika musim hujan tiba.

“Kalau hujan deras, air masuk dari mana-mana. Kasihan, sudah lama sekali kondisinya begini,” ujar salah satu warga setempat.

Menurut warga, penghuni rumah hidup dalam kondisi serba terbatas. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak mampu memperbaiki rumah, sementara bantuan pemerintah belum pernah menyentuh keluarga tersebut.

Belum Tersentuh Program RTLH

Sejumlah program pemerintah daerah, seperti bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) maupun bantuan sosial lain, dinilai belum menjangkau keluarga ini. Warga setempat mengaku beberapa kali mengusulkan dalam musyawarah desa, namun belum ada tindak lanjut.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa. Kondisi rumahnya sudah tidak layak ditempati dan sangat berbahaya jika dibiarkan,” kata warga lainnya.

Harapan Warga dan Pemerhati Sosial

Kasus ini kemudian menjadi pembicaraan di masyarakat setempat karena dinilai luput dari perhatian pemerintah. Warga berharap pemerintah desa, dinas sosial, maupun instansi terkait segera melakukan pendataan dan memberikan bantuan perbaikan rumah.

Pemerhati sosial di Takalar menilai kasus seperti ini menggambarkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pendataan penerima bantuan. “Masih ada warga yang hidup dalam kondisi tidak layak. Pemerintah perlu memastikan bahwa program perlindungan sosial tepat sasaran,” ujarnya.

Menunggu Respons Pemerintah

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten terkait kondisi rumah warga Cikoang tersebut. Warga berharap ada upaya cepat agar keluarga tersebut dapat segera menempati rumah yang aman dan memenuhi standar kelayakan.

Kisah warga di Desa Cikoang menjadi pengingat bahwa pemenuhan kebutuhan dasar, terutama tempat tinggal layak, masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (RED)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *