warga keluhkan bau menyengat dari TPA kalijurang Brebes dari saat perataan sampah



BREBES, lintaslestari.news – Warga Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kalijurang. Bau tersebut terasa semakin kuat terutama saat dilakukan proses perataan tumpukan sampah menggunakan alat berat.

‎Salah satu warga, Warsono (50), warga RT 03/04 Desa Kalijurang, mengatakan bau tidak sedap kerap tercium hingga ke permukiman warga, khususnya ketika alat berat jenis beko ( excavator ) melakukan perapian dan perataan sampah di lokasi TPA.

‎“Kalau sedang diratakan pakai beko, baunya sangat luar biasa menyengat. Sampai ke rumah warga dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

‎Menurut Warsono, kondisi tersebut sudah beberapa kali terjadi, terutama saat pengelola melakukan penataan tumpukan sampah agar lebih rapi. Ia berharap ada penanganan yang lebih maksimal agar bau dari TPA tidak terlalu mengganggu warga yang tinggal di sekitar lokasi.

‎Sementara itu, Kepala UPT DLH Wilayah Bumiayu Kabupaten Brebes, Abdullah Sudrajat, ST, menjelaskan bahwa TPA Kalijurang setiap harinya menerima kiriman sampah sekitar 40 ton.

‎“Sampah yang masuk kurang lebih 40 ton per hari dan berasal dari enam kecamatan di wilayah Brebes selatan, yakni Kecamatan Bumiayu, Tonjong, Sirampog, Paguyangan, Bantarkawung dan Salem” jelasnya.

‎Ia ungkapkan,terjadinya bau yang menyengat di sebabkan sampah Desa Bentar di tambah sampah dari pasar Bentar Kecamatan Salem selama tiga Minggu menimbun tidak di kirim ke TPA Kalijurang, sehingga menimbulkan bau yang menyengat.

‎“Kami mendapat laporan langsung turun ke Salem, mengangkut sampah di Desa Bentar Salem.Kegiatan dilakukan pada hari jum’at kemari, karena dalam kondisi hujan lebat, itu yang menyebabkan bau, tapi sehari, dua hari juga berangsur normal ” ungkapnya.

‎Ditambahkan Abdullah Sudrajat,saat dilakukan perataan menggunakan alat berat, lapisan sampah yang sebelumnya tertutup dapat terbuka kembali sehingga menimbulkan bau yang lebih menyengat.

‎Sebagai upaya mengurangi bau, pihaknya juga melakukan penyemprotan eco enzyme pada area tertentu di TPA.

‎“Kadang kami juga melakukan penyemprotan menggunakan eco enzyme untuk membantu mengurangi bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah,” katanya.

‎Pihak UPT DLH Bumiayu, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan penataan dan pengelolaan TPA agar dampak yang dirasakan masyarakat sekitar dapat diminimalkan.


‎rn

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *