Banten, Lintaslestari.news – Pada tingkat desa, perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat menjadi penggerak perubahan sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Perkembangan teknologi, perubahan pola ekonomi, tantangan ketahanan pangan, serta kebutuhan terhadap perlindungan dan pemberdayaan perempuan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara bersama-sama.
Melalui semangat “Bersama perempuan, membangun desa yang lebih maju, mandiri dan sejahtera,” Srikandi Jaga Desa merancang sejumlah program yang menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan.
Program tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berhubungan. Pendidikan memperkuat kapasitas, ekonomi meningkatkan kemandirian, pendampingan memberikan dukungan sosial, Jaga Desa memperkuat partisipasi masyarakat, ketahanan pangan membangun kemandirian keluarga, sementara kesehatan ibu dan anak menjadi fondasi terbentuknya generasi yang sehat.
*PROGRAM UNGGULAN SRIKANDI JAGADESA* meliputi ;
1. Pendidikan & Literasi Digital
“Perempuan Desa Melek Teknologi, Siap Menghadapi Masa Depan”
Transformasi digital telah memasuki hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kemampuan menggunakan teknologi secara tepat menjadi salah satu kebutuhan penting bagi perempuan di desa.
Program Pendidikan dan Literasi Digital diarahkan untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara produktif, aman, dan bertanggung jawab.
Kegiatan dapat dikembangkan melalui pelatihan penggunaan perangkat digital, media sosial, pemasaran digital, pengenalan keamanan digital, pencarian informasi yang benar, hingga pemanfaatan teknologi untuk pendidikan dan kegiatan ekonomi.
Literasi digital juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang mampu menyaring informasi. Perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan pengetahuan, mengembangkan usaha, serta mendukung pendidikan keluarga.
Fokus kegiatan:
Pelatihan dasar teknologi dan internet.
Edukasi keamanan dan etika bermedia sosial.
Pengenalan pemasaran digital.
Pelatihan pembuatan konten produktif.
Peningkatan kapasitas perempuan dalam teknologi.
Target:
Terbentuknya perempuan desa yang memiliki kemampuan digital dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendidikan, komunikasi, serta pengembangan ekonomi.
2. Ekonomi & UMKM Binaan
“Perempuan Berdaya, Ekonomi Keluarga Kuat”
Pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan desa.
Program Ekonomi dan UMKM Binaan diarahkan untuk membantu perempuan yang memiliki usaha maupun yang ingin memulai usaha agar dapat meningkatkan kapasitas dan daya saingnya.
Pendampingan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup pengemasan, pencatatan keuangan sederhana, pemasaran, pemanfaatan media digital, pengembangan merek, serta akses terhadap jaringan dan permodalan.
Dengan pendekatan pendampingan, UMKM perempuan diharapkan dapat berkembang dari usaha berskala rumah tangga menjadi usaha yang lebih terorganisasi dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Fokus kegiatan:
Pendataan dan pemetaan UMKM perempuan.
Pelatihan kewirausahaan.
Pendampingan pemasaran digital.
Pengembangan kemasan dan branding.
Edukasi pengelolaan keuangan usaha.
Membuka jejaring pemasaran dan akses permodalan.
Target:
Mendorong lahirnya UMKM perempuan yang mandiri, produktif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian keluarga serta desa.
3. Pendampingan Perempuan
“Hadir, Mendampingi, Menguatkan”
Perempuan sering menghadapi berbagai persoalan sosial, ekonomi, keluarga, pendidikan, maupun persoalan yang berkaitan dengan perlindungan dan hak-haknya.
Karena itu, Pendampingan Perempuan menjadi salah satu program penting Srikandi Jaga Desa.
Program ini diarahkan untuk menciptakan ruang yang aman bagi perempuan untuk mendapatkan edukasi, konsultasi, penguatan kapasitas, dan jejaring sosial.
Pendampingan dapat dilakukan melalui kegiatan edukasi hukum dan perlindungan perempuan, pendidikan keluarga, penguatan keterampilan, konsultasi dasar, serta penghubungan dengan lembaga atau pihak yang memiliki kewenangan apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pendekatan utama program ini adalah hadir tanpa menghakimi, mendengarkan, memberikan informasi, dan membantu perempuan menemukan akses terhadap solusi yang tepat.
Fokus kegiatan:
Edukasi hak dan perlindungan perempuan.
Konsultasi dan pendampingan dasar.
Pendidikan keluarga.
Penguatan kapasitas dan kepercayaan diri.
Membangun jejaring perempuan desa.
Target:
Membangun perempuan yang lebih percaya diri, memiliki pengetahuan, mampu mengambil keputusan secara sadar, serta memiliki akses terhadap dukungan ketika menghadapi persoalan.
4. Jaga Desa
“Bersama Menjaga, Membangun Desa yang Lebih Baik”
Desa yang maju membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Keamanan, ketertiban, kepedulian sosial, dan partisipasi warga merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan desa yang harmonis.
Program Jaga Desa menempatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan sosial desa.
Perempuan memiliki posisi strategis karena dekat dengan keluarga dan lingkungan masyarakat. Melalui program ini, perempuan dapat menjadi penggerak kepedulian terhadap keamanan lingkungan, ketertiban sosial, perlindungan keluarga, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Konsep Jaga Desa tidak hanya dimaknai sebagai menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga menjaga kepedulian, persatuan, lingkungan sosial, dan keharmonisan masyarakat.
Fokus kegiatan:
Mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
Membangun partisipasi masyarakat.
Edukasi keamanan dan ketertiban.
Penguatan solidaritas sosial.
Mendorong terciptanya desa yang aman, tertib, harmonis, dan maju.
Target:
Mendorong terbentuknya masyarakat desa yang aktif, peduli, saling menjaga, serta ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan lingkungan tempat tinggalnya.
5. Ketahanan Pangan
“Dari Desa, Untuk Kemandirian Pangan Indonesia”
Ketahanan pangan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat. Desa memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, serta pemanfaatan lahan pekarangan.
Program Ketahanan Pangan diarahkan untuk mendorong pemanfaatan potensi lokal sehingga keluarga dan masyarakat dapat memiliki sumber pangan yang lebih beragam dan produktif.
Perempuan dapat mengambil peran melalui pemanfaatan pekarangan, pengolahan hasil pertanian, pengembangan produk pangan lokal, serta kegiatan edukasi mengenai konsumsi pangan yang sehat.
Program ini juga dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif apabila hasil pangan lokal diolah menjadi produk bernilai tambah.
[ ] Fokus kegiatan
1. Pemanfaatan lahan pekarangan.
2. Pengembangan pertanian keluarga.
3. Edukasi pangan lokal.
4. Pengolahan hasil pertanian.
5. Pengembangan produk pangan bernilai
ekonomi.
6. Pemberdayaan kelompok perempuan dalam sektor pangan.
Target:
Mendorong keluarga dan masyarakat desa menjadi lebih produktif dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Kesehatan Ibu & Anak
“Keluarga Sehat, Generasi Kuat”
Kesehatan ibu dan anak merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Keluarga yang sehat menjadi salah satu fondasi terbentuknya generasi yang berkualitas.
Program Kesehatan Ibu dan Anak diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan ibu, tumbuh kembang anak, gizi, pencegahan stunting, serta pola hidup sehat.
Srikandi Jaga Desa dapat berkolaborasi dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak terkait dalam kegiatan edukasi dan penyuluhan masyarakat.
Perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak juga perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi keluarga dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Fokus Kegiatan:
1. Edukasi kesehatan ibu dan anak.
2. Pemantauan tumbuh kembang anak melalui jejaring layanan yang tersedia.
3. Edukasi gizi keluarga.
4. Pencegahan stunting.
Kampanye pola hidup bersih dan sehat.
Penguatan peran keluarga dalam kesehatan anak.
Target:
Meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kesehatan ibu dan anak serta mendorong terciptanya generasi desa yang sehat dan berkualitas.
*KETERKAITAN ENAM PROGRAM*
Enam program unggulan tersebut dapat dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem pemberdayaan masyarakat.
Pendidikan meningkatkan pengetahuan.
Literasi digital membuka akses terhadap informasi dan teknologi.
UMKM memperkuat ekonomi keluarga.
Pendampingan perempuan memberikan dukungan sosial dan peningkatan kapasitas.
Jaga Desa memperkuat kepedulian dan partisipasi masyarakat.
Ketahanan pangan membangun kemandirian keluarga.
Kesehatan ibu dan anak menjaga kualitas generasi penerus.
Dengan demikian, pemberdayaan perempuan tidak hanya diarahkan pada satu bidang, tetapi menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat desa.
*KOLABORASI SEBAGAI KUNCI*
Pelaksanaan program membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Srikandi Jaga Desa dapat membangun kemitraan dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, Posyandu, kelompok perempuan, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dunia usaha, serta masyarakat secara luas.
Kolaborasi tersebut penting agar program tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Srikandi Jaga Desa membawa gagasan bahwa perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan desa, tetapi juga dapat menjadi penggerak pembangunan desa.
Melalui enam program unggulan—Pendidikan & Literasi Digital, Ekonomi & UMKM Binaan, Pendampingan Perempuan, Jaga Desa, Ketahanan Pangan, serta Kesehatan Ibu & Anak—diharapkan terbentuk ruang kolaborasi yang mendorong perempuan untuk semakin berdaya, keluarga semakin kuat, dan masyarakat desa semakin mandiri.
Semangat tersebut dirangkum dalam sebuah cita-cita:
“Perempuan Berdaya, Desa Kuat, Indonesia Hebat.”
Program ini pada akhirnya bukan sekadar daftar kegiatan, melainkan sebuah upaya membangun budaya saling peduli, saling menguatkan, dan bergerak bersama untuk menciptakan desa yang lebih maju, mandiri, aman, sehat, dan sejahtera.
Judul alternatif untuk jurnal/pemberitaan
“Srikandi Jaga Desa: Strategi Pemberdayaan Perempuan dalam Mendorong Desa yang Mandiri, Sejahtera dan Berkelanjutan”
atau
“Perempuan Berdaya, Desa Kuat: Enam Pilar Program Unggulan Srikandi Jaga Desa dalam Pembangunan Masyarakat”
Dan sekjen DPD Srikandi jaga desa abdepnas ibu Marwah S.Pd C.MK CPP menambahakan bahwa beliau mengajak tuk seluruh perempuan desa di seluruh Nusantara Khususnya provinsi Banten agar tutut berperan serta dan mendorong agar menjadi bagian dr keluarga besar Srikandi jaga desa dengan cara agar segera login untuk mendaftar kan diri menjadi bagian dr kluarga besar Srikandi jaga desa abdepnas.
(Red)
Perempuan Memiliki Peran Strategis dalam Kehidupan Keluarga dan Masyarakat.







