Tobelo, Lintaslestari.news – Dari ujung utara Pulau Halmahera, masyarakat Tobelo menitipkan harapan yang sederhana namun sangat mendasar kepada Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda Laos. Harapan itu adalah perhatian nyata terhadap penambahan tower dan penguatan jaringan telekomunikasi di Tobelo, yang hingga kini masih belum merata dan kerap melemahkan denyut kehidupan masyarakat. Senin 2 februari 2026
Di tengah arus zaman yang semakin digital, masih banyak warga Tobelo yang hidup dalam keterbatasan sinyal. Untuk sekadar menghubungi keluarga, mengirim pesan penting, atau mengakses informasi, warga harus berpindah tempat, mencari titik tertentu, bahkan menunggu waktu-waktu khusus agar jaringan dapat terhubung.
Bagi masyarakat Tobelo, kondisi ini bukan sekadar soal sinyal, tetapi soal kesempatan hidup yang setara.
Para orang tua menyimpan kegelisahan ketika anak-anak mereka harus tertinggal dalam pembelajaran daring karena jaringan yang tidak stabil. Pelaku UMKM harus merelakan peluang usaha hilang karena keterbatasan akses digital. Sementara masyarakat umum sering kali kesulitan mengakses layanan publik, termasuk komunikasi penting dan darurat.
“Ibu Gubernur, kami di Tobelo tidak menuntut kemewahan. Kami hanya ingin sinyal yang cukup untuk belajar, bekerja, dan menjaga hubungan dengan keluarga. Kami ingin masa depan yang tidak terputus hanya karena jaringan,” ungkap seorang warga Tobelo dengan suara lirih penuh harap.
Masyarakat Tobelo meyakini bahwa Ibu Sherly Tjoanda Laos, sebagai pemimpin perempuan pertama Maluku Utara, memiliki kepekaan nurani terhadap suara masyarakat di wilayah pinggiran dan kepulauan. Tobelo percaya, kepemimpinan yang lahir dari keberanian akan selalu disertai kepedulian pada mereka yang paling membutuhkan perhatian.
Permohonan penambahan tower telekomunikasi di Tobelo bukan semata persoalan teknis pembangunan, melainkan soal keadilan dan keberpihakan. Di era ketika dunia bergerak melalui jaringan digital, keterbatasan sinyal berarti keterbatasan masa depan.
Tokoh-tokoh masyarakat Tobelo menilai bahwa pemerataan jaringan telekomunikasi akan menjadi warisan kebijakan jangka panjang bagi generasi muda Halmahera Utara—generasi yang berhak tumbuh dengan akses pendidikan, informasi, dan peluang yang setara dengan daerah lain.
“Kami percaya, di bawah kepemimpinan Ibu Gubernur Sherly Tjoanda Laos, Maluku Utara tidak akan membiarkan Tobelo berjalan sendiri dalam keterbatasan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.
Masyarakat Tobelo berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dapat memberikan perhatian khusus bagi Tobelo, mendorong koordinasi konkret dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, kementerian terkait, serta operator telekomunikasi, agar penambahan tower dan penguatan jaringan di Tobelo dapat segera direalisasikan.
Dengan penuh hormat dan harapan yang tulus, masyarakat Tobelo menitipkan suara ini kepada Ibu Gubernur Sherly Tjoanda Laos. Harapan agar negara benar-benar hadir di Tobelo—menghadirkan sinyal, menghadirkan kesempatan, dan menghadirkan masa depan yang lebih terang bagi anak-anak Tobelo.
(Marnisto / Kabiro Morotai)







