Maumere, Lintaslestari.news –Satuan polisi Polres Sikaa menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang siswa kelas VIII sekolah menengah pertama (SMP) berinisial STN (14) yang ditemukan tak bernyawa di kali Watuwogat, Dusun Woloklereng, Desa Rubit. Kepala Desa Rubit mengharapkan agar pelaku secepatnya ditangkap karena pelaku sangat bejat dan tidak manusiawi. Pihaknya dan warga siap membantu kepolisian untuk mengungkapkan kasus ini. Poli Kepala Desa Rubit berharap agar pelaku segera ditangkap dan segera di proses hukum. Dia mengungkapkan satu inisial pria SG yang diamankan polisi adalah warga desanya yang ditangkap tim Buser Polres Sikka di wilayah Nebe pada Selasa sekitar pukul 09.00 Wita.
SG langsung dibawa ke Mapolres Sikka untuk dimintai keterangan.
SG dikenal sebagai seorang dukun di desa tersebut, tapi di Rubit hanya orang tertentu yang percaya,” katanya.
Sementara itu, Kaur Bin Ops Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sikka, Iptu I Nyoman Ariasa mengatakan bahwa kuat dugaan korban, mendapat penganiayaan berat, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan koordinasi dengan pihak medis tandasnya.
Dugaan awalnya seperti itu (dibunuh),” ujar Nyoman kepada wartawan di Mapolres Sikka, Selasa. Nyoman menyampaikan bahwa sejumlah orang telah dimintai keterangan terkait insiden tersebut, termasuk kepala desa.
Kejadian berawal ketika korban pergi ke rumah salah satu kerabatnya untuk mengambil gitar miliknya pada Jumat, 20 Februari 2026.
Namun hingga sore hari korban tak kunjung pulang ke rumah. Pada sekitar pukul 20.00 Wita, keluarga mulai mencari korban di rumah keluarga dan kerabat korban namun tidak membuahkan hasil.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kewapante pada Minggu (22/2/2026). Pada Senin (23/2/2025) sekitar pukul 14.00 Wita, keluarga menerima informasi dari sepupu korban, bahwa anak itu berada tak jauh dari rumah kerabatnya.
Keluarga kemudian melakukan pencarian dengan menyisir Sungai Watuwogat. Saat itu mereka mencium bau yang sangat menyengat. Salah seorang saksi, EM (46) melihat korban di atas tumpukan rerumputan serta kayu bambu. Emil Manuk Lintas Hukrim Indonesia.com







