Minahasa utara, Lintaslestari.news – Upaya memperkuat kapasitas pembina generasi muda gereja terus digiatkan melalui Latihan Tenaga Pembina Remaja (Dasar) yang dilaksanakan di GMIM Sion Tambuasin, Wilayah Serei, pada 27–28 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di bawah pelayanan Pdt. Nouce Evya Ranti Tuwaidan, S.Th ini menghadirkan Bupati Minahasa Utara, Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., sebagai pembawa materi utama pada hari kedua pelaksanaan, 28 Februari 2026, dengan tema Pembina Remaja sebagai Pemimpin Pelayan dan Berintegritas.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Minahasa Utara tersebut disambut hangat oleh seluruh jemaat GMIM Sion Tambuasin serta para undangan yang hadir. Antusiasme tampak mewarnai jalannya kegiatan, mencerminkan semangat bersama dalam memperkuat pembinaan generasi muda gereja.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan pembukaan serta pembekalan dasar bagi para peserta. Dalam sesi ini, para pembina remaja mendapatkan pemahaman awal mengenai peran strategis mereka sebagai pemimpin pelayanan dalam membimbing generasi muda.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Bupati Joune Ganda yang menjadi puncak pembinaan dalam pelatihan tersebut.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pembina remaja tidak sekadar berperan sebagai pengelola kegiatan, tetapi sebagai pemimpin pelayanan yang mampu menggerakkan, membimbing, dan memberi teladan dalam kehidupan iman maupun sosial.
> “Pemimpin ialah seseorang yang oleh perkataan dan tindakannya dapat mendorong dan menggerakkan orang-orang untuk melakukan atau mengikutinya dengan sukarela,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan dalam pelayanan bukanlah tentang kedudukan, melainkan tanggung jawab untuk memberi diri.
> “Semakin memperoleh kedudukan atau jabatan, semakin banyak ia memberi dan melayani, bukan semakin banyak menerima.”
Ia juga menegaskan bahwa esensi kepemimpinan Kristen terletak pada penggunaan wewenang untuk melayani.
> “Kebesaran seorang pemimpin Kristen terletak pada bagaimana ia menggunakan kekuasaan dan wewenang untuk melayani.”
Sementara itu, Pdt. Nouce Evya Ranti Tuwaidan, S.Th menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bupati Minahasa Utara hadir sebagai pembawa materi.
Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati yang dinilai menjadi motivasi bagi para pembina remaja untuk semakin siap dalam menjalankan panggilan pelayanan.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi dorongan bagi para pembina remaja untuk terus bertumbuh dalam integritas serta kesungguhan membimbing generasi muda,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan refleksi pelayanan serta komitmen bersama para peserta untuk menjalankan peran sebagai pembina remaja yang berintegritas di tengah kehidupan jemaat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para pembina remaja di Wilayah Serei tidak hanya memiliki kemampuan organisatoris, tetapi juga integritas pelayanan yang kuat dalam membina karakter dan iman generasi muda di tengah dinamika kehidupan sosial saat ini.
Ferdinand Sahempa
Lintaslestari.News







