Demi Memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari, satu perahu dengan empat kru rela menerjang ganasnya lautan Morotai.

Morotai (Maluku Utara ) Lintaslestari.news – Perjalanan rutin membawa hasil tangkapan berubah jadi ujian nyali. Empat nelayan asal Morotai yang membawa 3 ton ikan dengan perahu kayu menuju Tobelo,
terjebak kabut tebal dan ombak di tengah laut Halmahera. Mereka hanya berpedoman pada kompas kecil gantung. ( Kamis 08/10/2026 )

Kronologi Kejadian yaitu :
Perahu KM Al rizky putri putra
bertolak dari Pelabuhan Desa wawama
Morotai, Kamis pagi, tgl 8/9 2026, sekitar pukul 05.30 WIT. Di atas perahu ada 4 orang nelayan dengan muatan sekitar 3 ton ikan como dan malalugis hasil tangkapan semalam yang akan dijual di Tobelo.

Perjalanan awalnya lancar. Namun memasuki perairan tengah Morotai – Tobelo sekitar pukul 07.15 WIT, kabut tebal tiba-tiba turun. Jarak pandang kurang dari 100 meter. Ombak landai tapi arus cukup kuat, dan mereka kehilangan patokan daratan.
Pulau tidak kelihatan, perahu lain juga tidak ada. Kami hanya punya kompas kecil yang biasa digantung di leher, itu saja yang kami percaya,” kata Nahkoda Sunardi kerang dan 3 abk lainya.
Dengan mesin tetap hidup pelan, mereka memutuskan tidak memaksakan kecepatan. Satu orang fokus menjaga kompas tetap mengarah ke selatan – tenggara menuju Tobelo, satu orang mengurangi beban dengan membuang es yang mulai mencair, dua lainnya menjaga muatan ikan agar tidak bergeser dan perahu tetap stabil.

Selama hampir 3 jam mereka berjalan perlahan di dalam kabut, hanya mengandalkan arah kompas dan insting membaca arus.

Sekitar pukul 10.30 WIT, suara mesin perahu lain terdengar samar, disusul siluet daratan Halmahera mulai terlihat. Kabut perlahan menipis saat mereka sudah mendekati bibir pantai Pelabuhan Tobelo.

Keempat nelayan dilaporkan tiba dgn selamat di Tobelo dgn membawa Muatan 3 ton ikan masih dalam kondisi segar dan langsung dibongkar di TPI Tobelo.

Petugas Pelabuhan Tobelo mengingatkan agar nelayan yang melakukan penyebrangan Morotai – Tobelo selalu membawa alat keselamatan lengkap, tidak hanya kompas kecil, tapi juga pelampung, radio komunikasi, dan memastikan informasi cuaca dari BMKG sebelum berangkat.dan Nahkoda Suradi kerang tetap merespon dengan baik.
Sampai berita ini di liput, situasi pelabuhan TPI Tobelo dalam keadaan ramai dan padat bongkar hasil tangkapan ikan.

Kabiro Morotai
Sunardi Kerang

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *