Palangka Raya , (Kalimantan Tengah ) Lintaslestari.news – Sebanyak 3.363 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya per Jumat 4 September 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 titik panas terpantau dengan tingkat kepercayaan tinggi, 0 titik dengan tingkat kepercayaan rendah sementara 3.316 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan menengah dengan wilayah terbanyak di Kota Palangka Raya 786 titik. Kemudian Kotawaringin Timur sebanyak 514 titik.
Data tersebut menunjukkan masih tingginya aktivitas titik panas di wilayah Kalimantan Tengah, seiring kondisi cuaca yang relatif kering dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik panas serta kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah. Informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan juga menjadi salah satu layanan pemantauan dari BMKG Kalteng.
Prakirawan BMKG, Lian Andriani, meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker karena udara saat ini masuk dalam kategori tidak sehat bahkan masuk ke level berbahaya akibat kabut asap dikarenakan kebakaran hutan dan lahan.
“Perlu diwaspadai kemudahan kebakaran hutan dan lahan di Kalteng. Kemudian diimbau kepada masyarakat jangan melakukan pembakaran. Selanjutnya perlu diwaspadai masih berpotensi penurunan kualitas udara akibat peningkatan polusi udara berasal dari karhutla,” ujarnya.







