LEBAK, (BANTEN )Lintaslestari.news – Mahasiswa Fakultas Teknik, Bisnis, dan Humaniora, Program Studi Hukum Yarsi Pratama University melaksanakan kegiatan penelitian dan ekspedisi akademik ke wilayah masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten.
Kegiatan penelitian tersebut mengangkat tema “Focus Group Discussion: Pengawasan Jaminan Mutu terhadap Ketahanan Pangan Masyarakat Adat Baduy Jero dalam Menghadapi Era Perubahan Iklim” atau “Quality Assurance Supervision on the Food Security of the Baduy Jero in Facing the Era of Climate Change.”
Penelitian ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Azhar Fauzi, S.H., M.H. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mahasiswa Program Studi Hukum untuk memahami keterkaitan antara hukum, masyarakat adat, lingkungan, dan ketahanan pangan.
Dalam rangkaian penelitian, mahasiswa menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang hukum dan masyarakat adat.
Empat narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Muhammad Noor Fajar Al Arif, S.H., M.H., selaku ahli hukum adat; Dr. Ahmad Fauzi, S.H., M.H., selaku ahli hukum pidana; Ayah Mursyid, tokoh masyarakat adat Baduy; serta Jaro Kacip, Jaro Tangtu Tilu Desa Cibeo.
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara mahasiswa, akademisi, ahli hukum, dan masyarakat adat untuk menggali informasi mengenai ketahanan pangan masyarakat Baduy Jero serta nilai-nilai kearifan lokal yang masih dipertahankan dalam kehidupan masyarakat.
Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana masyarakat adat menghadapi berbagai perubahan kondisi lingkungan, termasuk tantangan yang berkaitan dengan perubahan iklim.
Selain mengikuti FGD, mahasiswa melakukan observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta pengamatan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat adat.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung mengenai kehidupan masyarakat adat dan penerapan nilai-nilai hukum serta norma adat dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen Pembimbing Azhar Fauzi, S.H., M.H. dalam kegiatan tersebut memberikan pendampingan kepada mahasiswa agar proses penelitian dapat berjalan secara sistematis dan tetap memperhatikan aspek akademik serta etika penelitian lapangan.
Kegiatan ekspedisi ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan analisis hukum berdasarkan kondisi nyata di masyarakat.
Penelitian mengenai ketahanan pangan masyarakat adat Baduy Jero dinilai memiliki relevansi dengan isu lingkungan dan perubahan iklim, mengingat keberlanjutan kehidupan masyarakat sangat berkaitan dengan kondisi alam dan ketersediaan sumber daya pangan.
Melalui penelitian tersebut, mahasiswa Yarsi Pratama University berupaya memahami bagaimana hukum, kearifan lokal, lingkungan, dan ketahanan pangan dapat dikaji secara bersama dalam perspektif akademik.
Kegiatan penelitian dan ekspedisi ini diharapkan dapat menghasilkan kajian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum sekaligus memperluas pemahaman mahasiswa terhadap keberadaan dan kehidupan masyarakat adat di Indonesia.
Yarsi Pratama University terus mendorong kegiatan akademik yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui penelitian dan pembelajaran langsung di tengah masyarakat.
Reporter: Yarsi Pratama University
Lokasi: Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten
Program Studi Hukum – Fakultas Teknik, Bisnis, dan Humaniora
Mahasiswa Yarsi Pratama University Gelar Penelitian dan Ekspedisi ke Masyarakat Adat Baduy







