Tobelo Kota Peradaban di Jantung Maluku Utara dengan Kekayaan Alam yang Melimpah

TOBELO, ( HALMAHERA UTARA ) Lintaslestari.news – Ternate dan Tidore dikenal sebagai kota kesultanan, maka Tobelo adalah kota peradaban. Ibu kota Kabupaten Halmahera Utara ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga penjaga identitas budaya Hibua Lamo di Pulau Halmahera.

(Kamis 1/10/2026)

Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur, termasuk pembenahan Bandar Udara Kuabang dan pelabuhan kota, Tobelo justru semakin menunjukkan jati dirinya sebagai kota yang bertumpu pada harmoni antara adat dan alam.
Dari Pulau Kakara hingga Hibua Lamo
Peradaban Tobelo tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Suku Tobelo. Sejarah mencatat bahwa penduduk Pulau Kakara dipercaya sebagai Suku Tobelo asli dan merupakan asal mula budaya Hibualamo.

Simbol pemersatu itu kini berdiri kokoh di tengah kota: Rumah Adat Hibua Lamo. Rumah besar tanpa paku ini menjadi ikon budaya dan pariwisata Halmahera Utara. Di sinilah setiap Maret-April masyarakat merayakan ulang tahun Hibua Lamo, dan ritual adat Timba Laor di pantai-pantai Tobelo.

Di balik lebatnya hutan Halmahera, masih hidup Suku Togutil atau Suku Tobelo Dalam, komunitas adat yang hingga kini teguh menjaga warisan leluhur serta harmoni dengan alam sekitarnya. Keberadaan mereka menjadi bukti bahwa Tobelo adalah kota peradaban yang hidup, bukan sekadar peninggalan.
Kekayaan Alam yang Melimpah Ruah
Kabupaten Halmahera Utara memiliki kekayaan alam dan pusat pariwisata yang dapat memajukan perekonomian dan pembangunan dalam segala sektor, dan pusatnya ada di Tobelo.

1. Surga Bahari
Tobelo dikelilingi gugusan pulau kecil yang memesona. Pulau Tagalaya, hanya 10-20 menit dengan perahu tradisional dari pelabuhan Kota Tobelo, adalah spot terpopuler dengan pasir putih dan air sebening kaca. Ada juga Pulau Kakara, Pulau Luari, dan Pantai Luari dengan panorama eksotis di perbatasan Tobelo-Galela.

Potensi lautnya bahkan sudah menembus pasar internasional. Tobelo Halmahera Utara telah kembali mengekspor ikan asap ke Osaka, Jepang. Menurut pemerintah daerah, hasil kekayaan laut Halmahera Utara sangat bagus dan ke depan akan dikembangkan untuk komoditi lain.

2. Daratan yang Subur
Masyarakat Halmahera Utara dikenal meramu pohon sagu untuk diambil patinya sebagai makanan pokok, selain bertani kelapa, kopra, cengkeh, pala, dan kelapa sawit. Hutan Halmahera yang masih asri juga menyimpan cadangan nikel dan mineral lainnya yang menjadi tulang punggung ekonomi baru Maluk utara

3. Wisata yang Masih Asri
Berbeda dengan destinasi lain yang sudah padat, Tobelo Utara menawarkan keindahan alam yang masih asri, keramahan penduduk lokal, serta kekayaan budaya yang unik. Mulai dari Danau Paca, Air Terjun Talabolo, hingga wisata budaya Cakalele, semuanya terjaga kelestariannya.

Bupati Halmahera Utara dalam beberapa kesempatan menegaskan, pembangunan di Tobelo tidak akan meninggalkan adat. “Tobelo harus maju karena alamnya, tapi tetap kuat karena adatnya. Hibua Lamo adalah rumah kita semua.”

Kini, Tobelo bukan lagi sekadar kota kecil di Halmahera. Ia adalah etalase masa depan Maluku Utara — kota peradaban yang berdiri di atas kekayaan alam melimpah, dari laut hingga hutan, dari sagu hingga nikel, dari tradisi hingga ekspor dunia.



Kabiro Morotai.
Sunardi kerang

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *