GALELA, HALMAHERA UTARA (Maluku Utara) – Lintaslestari.news.
Dari kaki Gunung Mamuya, tersembunyi sebuah anugerah alam yang tak pernah sepi pengunjung. Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, memiliki objek wisata alam unggulan yang dikenal dengan Pemandian Air Panas Mamuya selalu di padati pengunjung pada waktu pukul 17.00 s/d 24.00 WIT.
Liputan khusus diambil pada hari Sabtu, 26 September 2026.
Objek wisata ini menjadi satu-satunya pemandian air panas di Halmahera Utara dan letaknya sangat strategis. Berada di antara Kecamatan Galela dan Kecamatan Kota Tobelo, tidak jauh dari jalan utama Tobelo-Galela dan dekat dengan Bandar Udara Galela, sehingga sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4.

Alirkan Tiga Mata Air Alami
Keunikan Mamuya terletak pada sumber airnya. Air hangat yang mengalir berasal dari tiga mata air alami Gunung Mamuya yang telah lama dikembangkan oleh masyarakat.
Pengelola menyediakan dua pilihan kolam bagi pengunjung. Ada kolam pemandian pribadi untuk mereka yang ingin berelaksasi secara privat, dan kolam pemandian umum yang bisa dinikmati bersama keluarga dan sahabat.
Tak hanya untuk melepas penat dan mengurangi stres, banyak warga percaya berendam di air panas Mamuya baik untuk kesehatan, terutama untuk membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
Aset Daerah dengan Pengelolaan Bersama
Secara hukum, status lahan objek wisata Pemandian Air Panas di Desa Mamuya sudah menjadi hak milik dan menjadi aset Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara.
Saat ini, pengelolaan utama berada di bawah pengawasan Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Utara melalui Kelompok Usaha Sadar Wisata Air Panas Mamuya. Sementara Desa Mamuya sendiri telah mendapatkan sertifikat dari Dinas Pariwisata dan menerima dana bagi hasil dari penerimaan PAD sektor pariwisata untuk desa.
Desa yang dikenal dengan tempat wisata Permandian Air Panas ini pun menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi warga Halmahera Utara, tetapi juga bagi warga dari luar daerah bahkan mancanegara.
Dengan potensi yang besar, Pemandian Air Panas Mamuya terus didorong sebagai percontohan pengembangan ekowisata berbasis dana desa di Maluku Utara.
Kaperwil MALUT
Josafat Muman.







