Buton Utara, Lintaslestari.news – Seorang warga Desa Dampala Jaya, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara, bernama Sutini mengeluhkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak kunjung dicairkan selama lebih dari satu tahun.
Sutini merupakan keluarga penerima manfaat PKH dan memiliki anak yang masih bersekolah. Kondisi ekonomi keluarga disebut memprihatinkan. Namun hingga Jumat, 13 Februari, bantuan PKH yang seharusnya diterima belum juga dicairkan.
Masyarakat Desa Dampala Jaya berharap pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara, khususnya pendamping PKH di Kecamatan Kulisusu Barat, segera melakukan pengecekan dan pencairan bantuan PKH yang menjadi hak Sutini.
Tidak hanya persoalan bantuan sosial, Sutini juga mengeluhkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Lambale. Ia merupakan pasien kategori masyarakat miskin yang kerap menjalani perawatan akibat penyakit sesak napas. Namun, menurut pengakuannya, perawatan infus dihentikan oleh petugas dengan alasan keterbatasan cairan infus setelah dua hari perawatan.
Kondisi ini memunculkan keluhan dari pihak keluarga dan warga sekitar, yang menilai pelayanan kesehatan di Puskesmas Lambale belum sepenuhnya berpihak pada pasien tidak mampu. Sutini mengaku merasa tidak lagi diperhatikan karena sering keluar masuk puskesmas akibat penyakit yang dideritanya.
Atas kejadian tersebut, masyarakat meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara, khususnya Dinas Kesehatan, untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta evaluasi terhadap kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas Lambale.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan agar persoalan bantuan sosial dan pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu dapat ditangani secara serius, adil, dan manusiawi.
(RED)







