BREAKING NEWS: Gempa M 7,7 Rusak 83 Bangunan di Kampung Kawio, Warga Bertahan di Pengungsian Darurat

Sangihe, (Sulawesi Utara) Lintaslestari.news – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang perairan utara Sulawesi pada Senin (8/6/2026) menimbulkan kerusakan cukup parah di Kampung Kawio, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pulau terluar yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Filipina itu tercatat mengalami dampak signifikan pada sektor permukiman maupun fasilitas pelayanan masyarakat.

Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kampung Kawio yang ditandatangani Sekretaris Kampung, Risto Mandiangan, sebanyak 83 bangunan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Jumlah tersebut terdiri atas 78 rumah warga serta lima fasilitas umum dan sosial.

Dari total rumah terdampak, sebanyak 55 unit masuk kategori rusak berat, 16 unit rusak sedang, dan tujuh unit rusak ringan. Tingginya jumlah bangunan yang mengalami kerusakan berat menunjukkan kuatnya guncangan yang dirasakan masyarakat setempat saat gempa terjadi.

Selain hunian warga, sejumlah fasilitas publik juga tidak luput dari dampak bencana. GMIST Jemaat Smirna Kawio dan SD GMIST Smirna Kawio dilaporkan mengalami kerusakan berat. Sementara itu, Puskesmas Pembantu (Pustu) Kawio serta Balai Penyuluhan Pertanian Marore turut mengalami kerusakan akibat getaran gempa.

Pemerintah kampung saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi lanjutan guna memastikan seluruh kerusakan telah teridentifikasi secara menyeluruh. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan darurat serta penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sekretaris Kampung Kawio, Risto Mandiangan, mengungkapkan bahwa sebagian besar warga hingga kini masih memilih berada di area terbuka karena khawatir terhadap potensi gempa susulan.

“Untuk bantuan, pemerintah masih melakukan koordinasi terlebih dahulu. Saat ini masyarakat memanfaatkan terpal milik sendiri. Mereka bertahan di lapangan, sepanjang jalan kampung, halaman rumah, hingga ke perbukitan yang dianggap lebih aman,” ujar Risto.

Kondisi darurat masih dirasakan masyarakat Kawio. Selain kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan bangunan, warga juga menghadapi keterbatasan sarana pengungsian dan kebutuhan dasar sehari-hari.

Ia berharap bantuan darurat berupa tenda, terpal, logistik, serta kebutuhan pokok lainnya dapat segera disalurkan guna meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa bumi tersebut.

(Yosua Patras )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *