KNPI Kendari Ajak Generasi Muda Tak Terjebak Polarisasi Politik dan Fokus pada Pembangunan

Kendari (Sulawesi Tenggara ) Lintaslestari.news – Siang itu udara terasa panas, aroma kopi terasa nikmat yang di seduh beberapa pemuda di warung kopi. Humor di publik lahir dari berbagai perspektif dan silang pandang tentang dinamika politik dan pemerintahan di Sulawesi Tenggara. Ya namanya juga politik dan kekuasaan selalu hadir dengan berbagai macam rupa, penuh intrik dan kontroversi.
‎
‎Di ruang publik, percikan wacana politik memicu gelombang respons yang beragam. Di satu sisi, banyak pihak yang menyambut baik dan memuji konsistensi atas jalannya stabilitas politik Sulawesi Tenggara namun di saat yang sama tak bisa lepas dari fungsi kontrol dan pengawasan kepada pemerintah, apa lagi suara tersebut lahir dari seorang anggota parlemen yang punya fungsi dan tanggung jawab tentang pengawasan.
‎
‎Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik Sulawesi Tenggara yang kerap diwarnai intrik dan kontroversi, muncul sorotan tajam mengenai pentingnya sosok pemimpin yang memiliki integritas tinggi dan komitmen nyata dalam pengabdian, agar amanah dari masyarakat tidak hanya berlalu begitu saja tanpa ada dampak dari pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
‎
‎Pemuda Muna Barat, Rasmin Jaya, dalam pandangannya menekankan bahwa politik seharusnya tidak dipandang sebagai ajang perebutan kekuasaan semata, melainkan panggilan nurani, pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara luas.
‎
Dan tentu untuk sudah menjadi tanggung jawab eksekutif sebagai eksekutor kebijakan, program yang juga tertuang dalam visi misi. Publik sudah tau apa yang menjadi maksud dan arah dari pada pikiran ini.

‎Rasmin menyoroti bahwa di tengah badai politik yang terkadang dilematis, seorang pemimpin dan pelayan publik sejati harus mampu bersikap dewasa dan profesionalisme, mengedepankan etika birokrasi dan pemerintahan agar tidak menimbulkan kekacauan, kegaduhan apa lagi chaos di tengah masyarakat.
‎
‎Menurutnya, tantangan terbesar bagi seorang pemimpin adalah memilih antara kepentingan pragmatis atau tetap teguh pada pendirian untuk melayani aspirasi rakyat.
‎
‎”Politisi yang dibutuhkan hari ini adalah mereka yang mampu menjadi roll model, komitmen, yang tidak sekadar bicara, tetapi membuktikan lewat tindakan nyata di lapangan,” ujar Rasmin.
‎
‎Sebab sebagai bagian dari penyelenggara pemerintah merasa penting untuk selalu mengedepankan sinergitas, kolaborasi untuk harapan masyarakat Sulawesi Tenggara agar lebih terasa.
‎
‎Dinamika itu nyata, dan terkadang dilematis, antara memilih yang benar atau bermain aman agar tetap bertahan atau bahkan diam saja dan menjadi penonton agar tak kena imbasnya.

Bahkan mungkin tak semudah membalikan telapak tangan dalam menyelesaikan segala masalah yang ada, butuh kejernihan hati dan pikiran tapi apapun itu harus selalu ada titik temu dalam setiap masalah.
‎
‎Lagi dan lagi seorang pemimpin mesti mampu menunjukan sikap yang sangat dewasa, profesional di tengah badai kekuasaan yang menerpanya, ia harus tetap komitmen dan konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.
‎
‎Kata orang banyak, dinamika politik itu keras. Kalau mau jalanmu mulus dan selamat, kau harus ikut kemana arus pergi.
‎
‎Di tengah gempuran euforia, ingar ingar bingarnya dan humor yang beredar. Pemimpin harus tetap hadir dan pro aktif dalam menyerap setiap saran, masukan bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
‎
‎Pemuda Muna Barat juga mengajak publik untuk tidak terjebak lagi dalam polarisasi politik di media sosial, melainkan mengarahkan energi, gagasan, dan kreativitas untuk mendukung pembangunan daerah.
‎
‎Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agent of change atau agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
‎
‎Karena itu, pemuda atau masyarakat diharapkan tidak hanya aktif menyampaikan pendapat di ruang digital, tetapi juga terlibat dalam kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara.
‎
‎Ia menilai media sosial, khususnya di berbagai platform media sosial, seharusnya menjadi ruang bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, dan membangun kesadaran bersama.

Namun, apabila digunakan untuk memperpanjang pertentangan politik, saling berbantah bantahan tanpa ada pesan tersirat ruang digital berisiko menguras energi generasi muda tanpa menghasilkan perubahan yang berarti, dampaknya menimbulkan sentimen satu sama lain.
‎
‎“Generasi muda harus mampu bertransformasi menjadi penggerak perubahan yang mengutamakan kolaborasi, persatuan, dan kerja nyata,”Katanya.
‎
‎Politik sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan pembangunan. Dinamika politik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi namun jika terus menerus berselancar dalam pusaran media sosial hanya akan membuat kebingungan kepada masyarakat tanpa ada pesan yang tersampaikan untuk kebutuhan akan hak-hak mereka.
‎
‎Perbedaan pilihan dan pandangan politik merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya merusak persaudaraan maupun menghambat upaya membangun daerah.
‎
‎Generasi muda perlu memahami bahwa kepentingan pembangunan jangka panjang jauh lebih luas dan penting daripada dinamika politik sesaat yang akan memperluas kebencian dan sentimen satu sama lain.
‎
“‎Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pertanian, perikanan, dan pengembangan pariwisata merupakan sejumlah sektor yang membutuhkan perhatian bersama,” Tegasnya.
‎
‎Karena itu, pemuda diharapkan ikut mengawal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Tenggara serta mendorong agar program-program strategis nan krusial pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
‎
‎Namun dukungan terhadap pembangunan tidak berarti menghilangkan sikap kritis. Sebaliknya, pemuda tetap memiliki tanggung jawab untuk mengawasi kebijakan, menyampaikan kritik berdasarkan fakta, dan menawarkan solusi yang konstruktif dan kongkret.
‎
‎Pemuda harus menjadi mitra kritis pemerintah daerah dalam mendorong kemajuan daerah, generasi muda dapat membangun kolaborasi dan sinergitas.
‎
‎Kolaborasi tersebut dapat diwujudkan melalui keterlibatan dalam program pemberdayaan masyarakat, pendampingan UMKM, pemasaran digital produk lokal, kegiatan pendidikan, pengembangan potensi wisata, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
‎
‎Pemuda juga dapat menjadi jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah. Setiap keluhan maupun gagasan masyarakat perlu dihimpun secara terstruktur, dilengkapi data pendukung, dan disampaikan secara langsung bukan hanya di media sosial.
‎
‎Dengan demikian, kritik tidak berhenti sebagai perdebatan di media sosial dan ruang publik tetapi dapat berkembang menjadi masukan yang membantu memperbaiki kebijakan, tata kelola Pemerintahan, pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan.
‎
‎Selain itu di harapkan membangun kebiasaan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta tidak mudah terpancing oleh konten yang berpotensi mengadu domba masyarakat agar tidak memicu kegaduhan dah polarisasi.
‎
‎Media sosial hendaknya menjadi sarana untuk memperkuat identitas lokal dan memperluas ruang kolaborasi, bukan sekadar tempat mempertajam perbedaan politik antara satu dengan yang lainnya.
‎
‎Oleh karena itu, keterlibatan dalam pembangunan menjadi kesempatan untuk membangun integritas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat.
‎
‎Politik boleh berbeda, tetapi persaudaraan harus tetap terjaga. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus disertai solusi. Dukungan terhadap pembangunan harus diwujudkan melalui partisipasi nyata dan pengawasan yang bertanggung jawab.
‎
‎Sudah saatnya generasi muda dan masyarakat Sulawesi Tenggara mengalihkan energi dari pertentangan menuju kolaborasi, dari provokasi menuju literasi, dan dari perdebatan menuju karya nyata.
‎
‎”Sulawesi Tenggara membutuhkan generasi muda yang cerdas dalam berpikir, bijaksana dalam bersikap, berani menyampaikan aspirasi, serta mampu bekerja sama demi masa depan daerah,” Harapnya.
‎
( Red )

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *