Sangihe (Sulawesi Utara) , Lintaslestari.news – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kepulauan Sangihe mulai merealisasikan proyek pembangunan jaringan pipa transmisi baru senilai sekitar Rp9 miliar sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Tahuna.
Program tersebut difokuskan untuk memperkuat sistem penyaluran air dari sumber produksi menuju wilayah pelayanan pelanggan, khususnya di Kecamatan Tahuna Timur yang selama ini masih menghadapi keterbatasan pasokan pada waktu-waktu tertentu.
Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Sangihe, Teguh Prahara Salainti, mengatakan pembangunan infrastruktur ini diprioritaskan untuk meningkatkan suplai air ke wilayah Kecamatan Tahuna Timur yang selama ini masih menghadapi keterbatasan pasokan akibat tingginya kebutuhan pelanggan.

Menurutnya, sumber produksi air yang melayani sebagian besar pelanggan Kota Tahuna berada di wilayah Tahuna Barat. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan jaringan transmisi agar distribusi air menuju kawasan pelayanan dapat berlangsung lebih optimal dan merata.
Selain pembangunan jalur pipa baru, PDAM juga melakukan penggantian jaringan transmisi lama berbahan asbes yang menghubungkan kawasan Tatehe hingga pusat Kota Tahuna. Infrastruktur yang telah beroperasi selama puluhan tahun itu dinilai tidak lagi mampu mendukung kebutuhan pelayanan secara maksimal karena rentan mengalami kerusakan dan kebocoran.

Salainti menjelaskan, tingginya tingkat kehilangan air pada jaringan lama menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kualitas distribusi kepada pelanggan. Karena itu, pembaruan jaringan diharapkan mampu menekan kebocoran sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran air bersih.
Dengan berkurangnya kehilangan air, kapasitas distribusi diproyeksikan meningkat sehingga masyarakat dapat menikmati layanan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Langkah tersebut juga diharapkan mampu mengurangi gangguan pasokan yang selama ini masih kerap terjadi di sejumlah wilayah pelayanan.
Meski demikian, Salainti menilai perbaikan sistem penyediaan air bersih di Kota Tahuna masih membutuhkan penanganan berkelanjutan. Sejumlah jaringan distribusi di kawasan perkotaan juga memerlukan peremajaan secara bertahap guna mendukung peningkatan kualitas layanan di masa mendatang.
Keberadaan proyek senilai Rp9 miliar ini diyakini menjadi fondasi penting dalam memperkuat infrastruktur air bersih di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Selain memperluas kapasitas distribusi, pembangunan tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat sepanjang tahun, termasuk saat menghadapi musim kemarau.
“Ini merupakan bagian dari komitmen PDAM untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan jaringan yang lebih baik, distribusi air dapat berjalan lebih maksimal dan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi secara lebih optimal,” tegas Salainti, saat diwawancarai, Kamis (18/06/2026).
(Yosua Patras )







