Program Satu Rekening Satu Pelajar Tembus 2,18 Juta Rekening

Makassar , Lintaslestari.news – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) mencatat realisasi positif program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Program ini dijalankan bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulsel sepanjang Triwulan II 2026.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan program tersebut bertujuan menumbuhkan budaya menabung sejak dini bagi pelajar mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. “Untuk realisasi program kerja kami yang bekerja sama dengan TPAKD Sulsel pada Triwulan II 2026, kami memiliki program Kejar atau Satu Rekening Satu Pelajar. Program ini mendorong budaya menabung sejak dini dengan target satu rekening untuk satu pelajar,” ujar Muchlasin, Senin, 3 Agustus 2026.

Hingga saat ini, jumlah rekening pelajar yang telah dibuka mencapai 2.187.810 rekening dengan total nominal simpanan sebesar Rp412,38 miliar. Program tersebut menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi sebagai upaya memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda.

Meski demikian, Muchlasin menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rekening yang dibuka, tetapi juga dari pemanfaatannya oleh para pelajar. “Sebenarnya kalau dilihat untuk program Kejar ini tentu ada evaluasi. Kami akan tetap melakukan komunikasi dengan teman-teman di bank, jangan sampai kita hanya menambah pembukaan rekening tetapi jumlah dana di dalam rekening tidak bertambah,” kata Muchlasin.

Ia memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan perbankan dan pemerintah daerah agar program Kejar tidak hanya meningkatkan kepemilikan rekening, tetapi juga membangun kebiasaan menabung secara berkelanjutan di kalangan pelajar.

Di sisi lain, Muchlasin mengungkapkan tingkat inklusi keuangan di wilayah perkotaan seperti Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kota Parepare relatif lebih tinggi dibandingkan daerah kepulauan seperti Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Kepulauan Selayar yang masih membutuhkan peningkatan akses layanan keuangan.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui program berbasis komunitas, sinergi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta edukasi langsung ke segmen pelajar, nelayan, dan UMKM guna memperluas akses layanan perbankan formal yang aman dan merata

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *