Serang, Lintaslestari.news- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Serang, Nurhayati, memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya aman untuk dikonsumsi masyarakat. Hal ini disampaikan menyusul kekhawatiran warga terkait isu keamanan pangan yang beredar.
Nurhayati menjelaskan, selain memperhatikan nilai gizi, aspek keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam program tersebut. “Yang pertama harus dipastikan itu aman, kemudian bergizi dan menyehatkan,” ujarnya saat melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah dapur MBG, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, setiap dapur penyedia makanan wajib memenuhi standar sanitasi dan higiene yang ketat. Proses pengolahan makanan diawasi mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi kontaminasi. Dinas Kesehatan juga memastikan bahwa setiap dapur telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sertifikasi ini menjadi jaminan bahwa dapur telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah. Pengawasan dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan.
Meski demikian, Nurhayati mengakui bahwa potensi risiko tetap ada jika standar tidak dijalankan dengan baik. Salah satu titik rawan adalah pada proses pencucian peralatan dan kebersihan lingkungan dapur. “Jika bagian ini tidak bersih, bisa menimbulkan kontaminasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap dapur melibatkan puluhan relawan yang memiliki tugas masing-masing. Oleh karena itu, koordinasi dan kedisiplinan dalam menjalankan prosedur menjadi hal yang sangat penting, semua pihak diminta untuk bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan.
Nurhayati mengimbau masyarakat agar tidak khawatir selama dapur MBG telah memiliki sertifikasi resmi. Dengan pengawasan ketat, program ini diharapkan dapat meningkatkan status gizi masyarakat secara aman. Ia juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan hal yang mencurigakan.
“Kalau sudah bersertifikat, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarn







